Aceh

Bentrokan TNI dengan Warga Saat Pengibaran Bulan Bintang di Tiro Pidie, Satu Orang Meninggal Tertembak

PIDIE, Infoaceh.net – Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berubah menjadi ketegangan setelah terjadi insiden antara warga dan aparat TNI.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah video yang memperlihatkan kerumunan warga berhadapan dengan aparat berseragam militer beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat suasana kepanikan di tengah masyarakat. Sejumlah warga tampak berlarian, sementara seorang warga terlihat tergeletak sebelum dievakuasi oleh warga lainnya.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, seorang warga diduga meninggal dunia akibat terkena tembakan di bahu kanan dalam insiden tersebut.

Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Namun, hingga berita ini ditulis, informasi mengenai korban meninggal dunia maupun jumlah warga yang terluka belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit, kepolisian, ataupun TNI.

Baca Juga:  Pidie Jaya Dikepung Banjir Luapan, 18 Gampong Terendam

Berawal dari Pengibaran Bendera Bulan Bintang 

Ketegangan tersebut diduga berkaitan dengan pengibaran bendera Bulan Bintang di sekitar lokasi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bendera tersebut disebut menjadi persoalan setelah aparat berupaya meminta agar atribut itu diturunkan. Situasi kemudian dilaporkan memanas hingga terjadi benturan antara warga dan aparat.

Dalam sejumlah rekaman video, terdengar suara menyerupai letusan di tengah situasi yang tidak terkendali. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah suara tersebut berasal dari tembakan senjata api maupun sumber lainnya.

Begitu pula dugaan adanya penembakan terhadap warga masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis, keterangan saksi, serta penyelidikan pihak berwenang.

Insiden yang terjadi di tengah kegiatan keagamaan masyarakat tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, terutama mengenai penyebab bentrokan, tindakan aparat di lapangan, serta kondisi warga yang menjadi korban.

Baca Juga:  Kajati Aceh Minta Arahan Wali Nanggroe, Perkuat Regulasi dan Kekhususan Aceh

Masyarakat berharap pihak TNI dan kepolisian segera menyampaikan kronologi secara terbuka agar informasi yang berkembang tidak semakin simpang siur.

Jika benar terdapat warga yang meninggal dunia atau mengalami luka akibat penggunaan senjata oleh aparat, penanganannya harus dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Pemeriksaan menyeluruh juga diperlukan untuk memastikan apakah prosedur penggunaan kekuatan telah dijalankan sesuai aturan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kodam Iskandar Muda, Kodim 0102/Pidie, Polres Pidie, serta pihak terkait lainnya mengenai insiden tersebut.

Infoaceh.net akan memperbarui pemberitaan ini setelah memperoleh keterangan resmi dan informasi terverifikasi mengenai identitas serta kondisi para korban.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait