Pendidikan

STIS Al-Aziziyah Sabang Wajibkan Mahasiswa Ikut Pengajian Fardhu ‘Ain

Sabang, Infoaceh.net – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Aziziyah Sabang meluncurkan program pengajian Fardhu ‘Ain yang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa.

Kegiatan perdana berlangsung Sabtu (27/9/2025) di aula Meunasah Balohan, dipimpin langsung Ketua STIS, Dr Tgk Muslem Hamdani MA.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Pengajian ini dijadwalkan rutin setiap Sabtu mulai pukul 11.00 WIB hingga menjelang Zuhur. Sejumlah ulama terkemuka Sabang akan dihadirkan sebagai pemateri.

Dalam peluncuran program pengajian, Dr Muslem Hamdani menunjuk Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Tgk Azwar Azis, sebagai koordinator pelaksana.

Ia menegaskan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dasar-dasar agama mahasiswa.

Baca Juga:  Buka Lomba Berhitung Fakultas Teknik, Afdhal: Hari Ini Berlomba, Esok Membangun Negeri

“Mahasiswa STIS Al-Aziziyah tidak boleh hanya pulang dengan gelar akademik. Mereka juga harus tuntas dalam kewajiban fardhu ‘ain sebagai muslim. Dengan begitu, lahirlah generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Koordinator pelaksana, Tgk Azwar Azis, menyebut pengajian akan mencakup praktik bacaan dan tata cara shalat, penguatan akidah melalui Iktiqad 50, pembelajaran Al-Qur’an, hingga kemampuan membaca kitab Arab Melayu.

Ia menambahkan, mahasiswa wajib mengikuti ujian fardhu ‘ain. “Siapa yang lulus akan menerima sertifikat resmi, dan sertifikat ini menjadi salah satu syarat sidang skripsi di STIS Al-Aziziyah,” tegasnya.

Baca Juga:  USK Jadi Lokasi Roadshow SYLS 2026, 78 Mahasiswa Terima Beasiswa BSI

Program ini turut disambut antusias Ketua DEMA STIS, Alvi Dahlia. Ia menilai pengajian tersebut menjadi sarana menyeimbangkan ilmu akademik dan agama.

“Kami menyambut baik program ini. Semoga pengajian fardhu ‘ain berlanjut secara konsisten, bahkan bisa dibuka untuk masyarakat umum yang ingin belajar,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, STIS Al-Aziziyah Sabang berharap mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam pemahaman agama yang fundamental.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait