Jakarta, Infoaceh.net — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan penolakan tegas terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Sikap itu disampaikannya secara terbuka saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menurut Sigit, menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi kepolisian, negara, bahkan posisi Presiden sebagai kepala pemerintahan.
“Saya menganggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan melemahkan presiden,” tegas Sigit di hadapan anggota Komisi III DPR.
Ia menegaskan, jika harus dihadapkan pada pilihan antara tetap mempertahankan Polri langsung di bawah Presiden atau membentuk kementerian kepolisian, dirinya lebih memilih dicopot dari jabatan Kapolri.
“Kalau pilihannya polisi tetap di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden tapi ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” ujarnya.
Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani
Dalam kesempatan itu, Sigit juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima pesan singkat yang menanyakan kesediaannya jika diangkat menjadi Menteri Kepolisian.
Namun tawaran tersebut ditolaknya mentah-mentah. Bahkan, ia menyatakan lebih memilih menjadi petani dibanding harus memimpin Polri dalam struktur kementerian.
“Ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WhatsApp, ‘Mau tidak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’ Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibu sekalian dan seluruh jajaran, saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Sigit, disambut perhatian serius para anggota dewan.
Polri di Bawah Presiden Dinilai Ideal
Kapolri menilai posisi Polri yang saat ini langsung berada di bawah Presiden sudah merupakan format paling ideal.
Menurutnya, struktur tersebut memungkinkan Polri bergerak cepat dan efektif dalam menjalankan tugas sebagai alat negara.
“Di satu sisi, kami bisa berada langsung di bawah bapak Presiden. Sehingga saat Presiden membutuhkan kami, Polri dapat bergerak tanpa harus melalui kementerian lain yang justru berpotensi menimbulkan matahari kembar dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Polri memiliki mandat utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum, serta pelayanan publik, yang membutuhkan kejelasan komando dan garis tanggung jawab langsung kepada Presiden.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan adanya gagasan pembentukan kementerian yang menaungi Polri.
Gagasan itu muncul dalam pembahasan internal Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Menurut Yusril, wacana tersebut di antaranya merujuk pada model Kementerian Pertahanan yang menaungi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Semua gagasan tersebut belum menjadi keputusan final. Komisi akan menyampaikan beberapa alternatif rekomendasi kepada Presiden,” ujar Yusril.
Ia menambahkan, sebagian pihak dalam komisi tersebut tetap menghendaki agar struktur Polri dipertahankan seperti saat ini, yakni langsung berada di bawah Presiden.
Meski demikian, Yusril menegaskan bahwa keputusan akhir terkait struktur, tugas, dan pertanggungjawaban Polri berada di tangan Presiden Prabowo Subianto bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Pasalnya, pengaturan detail mengenai Polri diatur dalam undang-undang, meskipun landasan umumnya telah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Saya Jadi Petani
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan
JAKARTA, Infoaceh.net -- Presiden RI Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal Pol…
Penyadapan terhadap Presiden oleh Listyo Sigit Cs Masalah Serius Bagi…
Jakarta, Infoaceh.net -- Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra mengatakan penyadapan…
Skandal Penyadapan Presiden, Mantan Kapolri Listyo Sigit Ditahan di…
JAKARTA, Infoaceh.net — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan mantan Kapolri…
Kuliah Umum di USK, Gubernur Lemhannas Ungkap Lima Potensi Strategis…
Banda Aceh, Infoaceh.net – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Dr TB Ace…
Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Geledah Pesantren Dini Hari, 4…
JAKARTA, Infoaceh.net – Mabes Polri mencopot AKBP Andika Dharma Sena dari jabatan Kapolres…
Anggota Polri Dilarang Isap Rokok Vape, yang Melanggar Dikenakan…
JAKARTA, Infoaceh.net – Polri menerbitkan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang…
Polri Bongkar Manipulasi Label Beras Fortifikasi, 525 Ton Diproduksi…
MEDAN, Infoaceh.net – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri bersama Badan Pangan Nasional…
Australia dan The Asia Foundation Luncurkan Program Partisipasi…
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemerintah Australia bersama The Asia Foundation dan Gerakan…
Kerja Sama Tiga Negara Ungkap Pabrik Sabu di Pidie, Polri Telusuri…
JAKARTA, Infoaceh.net – Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri…
Jangan Diam Saat Pelayanan Buruk, Ombudsman Ajak Mahasiswa UIN…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengajak mahasiswa berperan…
Foto Cerita Banjir Karya Jurnalis Aceh Raih Silver Asian Media Awards…
SINGAPURA, Infoaceh.net — Foto cerita karya fotografer Agence France-Presse (AFP),…
Bareskrim Tetapkan 10 Tersangka Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie, Dua…
JAKARTA, Infoaceh.net – Bareskrim Polri menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus…

















