Aceh Utara, Infoaceh.net – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga hari kedua, para korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih bertahan di tenda-tenda darurat pengungsian.
Di tengah suasana ibadah dan harapan, mereka harus menjalani sahur dan berbuka dengan fasilitas seadanya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito Karnavian, yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh Timur dan Aceh Utara, Jum’at (20/2/2026).
Dalam kunjungan itu, Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dan Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil.
Puncak kunjungan berlangsung di Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Di lokasi pengungsian, Mendagri dan Wagub menyerahkan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir bandang serta berdialog untuk mendengar kebutuhan mendesak di lapangan.
Dalam keterangannya, Tito menegaskan pemerintah tidak ingin warga terlalu lama tinggal di tenda darurat. Ia meminta agar hunian sementara (huntara) segera dibangun demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak, jangan lagi tinggal di tenda karena di tenda itu tidak nyaman,” ujar Tito.
Ia menjelaskan, warga yang bermukim di kawasan rawan banjir dan masuk kategori “daerah merah” akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Relokasi dinilai sebagai langkah paling tepat untuk mencegah risiko berulang jika bencana serupa terjadi.
“Relokasi itu artinya masyarakat yang sebelumnya berada di daerah merah dipindahkan semua. Kalau dipindahkan semua, ya semua harus mendapatkan hunian tetap,” tegasnya.
Tito juga memaparkan skema pembangunan rumah pascarelokasi. Bagi warga yang memilih membangun di atas tanah milik sendiri, prosesnya akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sehingga pembangunan hunian tetap (huntap) dapat berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
Sepanjang kunjungan di Aceh, Mendagri dan Wagub melaksanakan sejumlah agenda, mulai dari sahur bersama di Aceh Timur, Shalat Subuh berjamaah, Shalat Jumat, hingga pertemuan internal dengan jajaran pemerintah daerah guna memastikan percepatan penanganan pascabencana.
Wakil Gubernur Fadhlullah menyatakan kehadiran Mendagri menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat.
“Kehadiran kami bersama Mendagri menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi langkah-langkah pusat, memastikan bantuan cepat sampai, dan kondisi warga terpantau langsung,” ujarnya.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan buka puasa serta Shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri turut menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan di Islamic Center juga dihadiri Sekda Aceh M. Nasir Syamaun Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar.
Kunjungan ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus memastikan negara hadir langsung di tengah masyarakat yang menjalani Ramadhan dalam keterbatasan.



















