Pendidikan

Kadisdik Aceh: Pendidikan Sektor Paling Cepat Pulih Pascabencana

Pidie Jaya, Infoaceh.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin, menyebut sektor pendidikan menjadi bidang yang paling cepat mengalami pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh.

Hal tersebut disampaikannya dalam peresmian 29 sekolah hasil program revitalisasi tahun 2025 yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Meureudeu, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin mengapresiasi komitmen Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang telah beberapa kali berkunjung ke Aceh untuk memantau langsung progres pemulihan layanan pendidikan pascabencana.

“Pendidikan adalah sektor yang paling pesat pemajuannya pascabencana di Aceh. Ini tidak lepas dari kerja keras Menteri Mu’ti dan jajaran melalui program-program prioritas Kemendikdasmen,” ujar Murthalamuddin, Rabu (11/3).

Ia menambahkan, keberhasilan program revitalisasi sekolah menjadi pemantik bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk terus bangkit setelah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

“Semoga semangat untuk terus bangkit dan memulihkan layanan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya dapat menginspirasi daerah lainnya untuk terus melangkah menatap masa depan pendidikan yang lebih maju bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Baca Juga:  Lima Bakal Calon Rektor Unimal Periode 2026–2030 Ditetapkan 

Sementara Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan pelaksanaan program revitalisasi di daerahnya berlangsung secara bertahap dan berjalan dengan baik.

Pada tahun 2025, program tersebut menjangkau 29 satuan pendidikan yang terdiri dari 3 TK, 16 SD, 4 SMP, 4 SMA, dan 2 SMK.

“Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kami,” ujar Sibral.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin untuk mendukung kemajuan pendidikan di Pidie Jaya.

“Terima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada daerah kami. Semoga kunjungan Menteri Mu’ti membawa semangat baru bagi kemajuan pendidikan di Pidie Jaya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Pendidikan Aceh atas kerja sama yang baik dalam upaya pemulihan pendidikan pascabencana.

Baca Juga:  Tak Lagi Jalan Kaki, Mahasiswa Disabilitas UIN Ar-Raniry Penghafal 30 Juz Terima Motor Roda Tiga

Menurutnya, kerja sama tersebut telah membuahkan hasil dengan terbangunnya sejumlah sarana dan prasarana pendidikan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita harus bangkit dan tegak berdiri menghadapi berbagai masalah yang ada. Musibah adalah cara Allah meningkatkan harkat dan martabat kita. Karena itu penting bagi kita semua menanamkan pola pikir bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia juga menegaskan pada tahun 2026 Kemendikdasmen akan melanjutkan program revitalisasi satuan pendidikan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tahun 2026 kami akan memprioritaskan revitalisasi untuk sekolah yang terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, serta sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” jelasnya.

Adapun 29 satuan pendidikan yang direvitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2025 meliputi tiga taman kanak-kanak, 16 sekolah dasar, empat sekolah menengah pertama, empat sekolah menengah atas, serta dua sekolah menengah kejuruan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait