Ekonomi

Aceh Besar Usulkan Pembangunan Embung dan Waduk ke Komisi V DPR RI

Aceh Besar, Infoaceh.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mengusulkan percepatan pembangunan embung dan waduk kepada Komisi V DPR RI sebagai langkah strategis memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan air di daerah tersebut.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di sejumlah titik strategis di Aceh Besar, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Lokasi yang dikunjungi meliputi proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sigli–Banda Aceh, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Blang Bintang, serta Gerbang Tol Seksi III Kota Jantho KM 32+000.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Aceh Besar menyerahkan sejumlah proposal program pembangunan kepada pimpinan Komisi V DPR RI.

Dokumen tersebut diterima Irmawan, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), untuk menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan nasional.

Salah satu poin utama yang diusulkan adalah percepatan pembangunan embung dan waduk yang dinilai sangat krusial dalam mendukung sistem irigasi pertanian, terutama saat menghadapi musim kemarau.

“Kami telah menyiapkan sejumlah usulan yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di bidang infrastruktur dan pertanian. Usulan ini kami serahkan kepada Komisi V DPR RI agar dapat menjadi perhatian bersama,” ujar Syukri.

Baca Juga:  Bea Cukai Aceh Musnahkan 1,46 Juta Rokok Ilegal dan 58 iPhone dari Penumpang Bandara SIM

Ia menegaskan, Aceh Besar merupakan daerah yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Karena itu, keberadaan infrastruktur sumber daya air seperti embung dan waduk menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Aceh Besar adalah daerah pertanian. Sebagian besar masyarakat kami menggantungkan hidup di sektor ini. Karena itu, dukungan pembangunan infrastruktur penunjang sangat kami harapkan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Selain menyampaikan usulan pembangunan, Syukri juga mengapresiasi kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Aceh Besar. Ia berharap kunjungan tersebut mampu mendorong percepatan penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di daerah, khususnya di bidang infrastruktur dan penanganan dampak bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan bapak dan ibu dari Komisi V DPR RI ke Aceh, khususnya Aceh Besar. Mudah-mudahan kunjungan ini membawa perhatian dan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Aceh Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun

Lebih lanjut, ia menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya pembangunan dan akses infrastruktur, termasuk jalan tol, serta dampak banjir yang sempat melanda beberapa wilayah.

Menurutnya, banjir tidak hanya berdampak pada infrastruktur jalan dan permukiman warga, tetapi juga merusak kawasan hutan serta lahan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan.

“Beberapa waktu terakhir kita juga menghadapi persoalan pascabanjir yang berdampak pada berbagai sektor. Kami berharap dukungan pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI dapat membantu percepatan penanganannya,” tutur Syukri.

Meski demikian, ia memastikan kondisi di Aceh Besar relatif terkendali dan sebagian besar dampak bencana dapat ditangani dengan cepat oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.

“Alhamdulillah, kondisi di Aceh Besar tidak terlalu berat dan sebagian besar dampak musibah dapat kami tangani dalam waktu relatif cepat,” pungkasnya.

Kunjungan kerja Komisi V DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Aceh Besar dan Aceh secara umum.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait