Ekonomi

Dosen UGM Studi Banding ke Baitul Mal Aceh, Pelajari Tata Kelola Zakat-Wakaf

Banda Aceh , Infoaceh.net – Sebanyak enam dosen dari Departemen Hukum Islam, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan audiensi dan studi banding ke Baitul Mal Aceh, Jum’at (5/6/2026).

Kunjungan akademik tersebut bertujuan memperdalam pemahaman mengenai sistem pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang diterapkan di Aceh, sekaligus mengkaji peran strategis Baitul Mal dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Rombongan yang dipimpin Prof Dr Hartini disambut Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M Nasir didampingi Tgk Mudawali Ibrahim, Kabag Umum Didi Setiadi, para kepala subbagian, serta tenaga profesional di lingkungan Baitul Mal Aceh.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek pengelolaan dana keagamaan di Aceh.

Baitul Mal Aceh memaparkan landasan hukum yang menjadi dasar operasional lembaga, struktur kelembagaan, mekanisme penghimpunan zakat, pola pendistribusian kepada mustahik, hingga pengelolaan wakaf yang diarahkan untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Fahmi M Nasir, menjelaskan bahwa Baitul Mal Aceh terus berkomitmen mengelola dana umat secara profesional, transparan dan akuntabel sesuai dengan prinsip syariat Islam serta regulasi yang berlaku di Aceh.

Menurutnya, fungsi Baitul Mal tidak hanya sebatas menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Baca Juga:  Aceh Bidik Lebih Banyak Penerbangan dari Bandara SIM, Rute Internasional Baru Dijajaki

“Baitul Mal Aceh tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pengembangan wakaf produktif, kami berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujar Fahmi.

Ia menambahkan, kunjungan akademisi dari berbagai perguruan tinggi menjadi momentum yang sangat baik untuk saling berbagi pengalaman dan memperkaya gagasan dalam pengembangan tata kelola zakat dan wakaf di Indonesia.

“Melalui forum seperti ini, kami dapat bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan dana umat. Sinergi antara lembaga pengelola zakat dan kalangan akademisi sangat penting untuk melahirkan inovasi dan penguatan kelembagaan di masa depan,” tambahnya.

Ketua rombongan UGM, Prof Dr Hartini, menyampaikan apresiasi atas sistem pengelolaan zakat dan wakaf yang diterapkan Baitul Mal Aceh.

Ia menilai Aceh memiliki keunikan tersendiri karena didukung oleh regulasi daerah yang kuat, sehingga pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan terintegrasi.

Menurut Hartini, pengalaman Baitul Mal Aceh memberikan banyak pelajaran berharga yang dapat menjadi bahan kajian akademik maupun referensi dalam pengembangan hukum dan kelembagaan zakat di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:  BPKS Dorong Investasi Sabang, Kawendra Tekankan Dukungan Pusat dan Pengampu Nasional

“Kami melihat banyak praktik baik yang dapat menjadi bahan kajian akademik maupun referensi bagi pengembangan hukum dan kelembagaan zakat di daerah lain. Pengalaman Baitul Mal Aceh sangat menarik untuk dipelajari, terutama dalam aspek tata kelola dan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat,” katanya.

Selama sesi diskusi, para peserta studi banding tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait regulasi zakat dan wakaf, strategi meningkatkan kepatuhan pembayaran zakat, tantangan dalam pengelolaan aset wakaf produktif, hingga upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah pertukaran informasi mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya terkait penguatan instrumen zakat dan wakaf sebagai salah satu pilar pembangunan kesejahteraan umat.

Melalui kunjungan akademik ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara Baitul Mal Aceh dan kalangan akademisi, sehingga dapat mendorong lahirnya berbagai kajian, penelitian, serta inovasi yang mendukung pengembangan tata kelola zakat dan wakaf yang semakin efektif, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait