Umum

110 Kios Liar di Jalan Lingkar Kampus Darussalam Dibongkar Pemko Banda Aceh, Alat Berat Dikerahkan

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melakukan penataan kawasan Jalan Lingkar Kampus UIN Ar-Raniry di Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Sabtu (6/6/2026). Langkah awal penataan tersebut ditandai dengan pembongkaran dan penertiban sebanyak 110 kios yang selama ini berdiri di atas saluran drainase serta memanfaatkan ruang milik jalan.

Kegiatan penertiban yang melibatkan Satpol PP-WH Kota Banda Aceh bersama sejumlah organisasi perangkat daerah, unsur kecamatan, aparatur gampong, serta pihak terkait lainnya berlangsung tertib dan kondusif.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Sebagian bangunan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara sisanya ditertibkan dengan bantuan alat berat yang disiapkan pemerintah.

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan dan peningkatan Jalan Utama Rukoh yang dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan.

Kawasan tersebut merupakan salah satu koridor strategis Kota Banda Aceh yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pendidikan dan berbagai aktivitas masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala.

Kepala Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan penertiban bukan merupakan kebijakan yang dilakukan secara mendadak. Pemerintah, kata dia, telah menjalankan berbagai tahapan mulai dari sosialisasi, pendataan hingga pemberian peringatan kepada para pemilik bangunan.

“Ketika ada bangunan yang berdiri di lokasi yang tidak diperbolehkan, apalagi di atas saluran drainase, tentu harus dilakukan penertiban. Tahapan ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari dan prosesnya telah berlangsung cukup lama,” ujar Rizal.

Baca Juga:  Bendera Bulan Bintang Berkibar pada Peringatan Maulid di Pidie, Picu Ketegangan TNI dengan Warga

Menurutnya, pendekatan yang ditempuh pemerintah lebih mengedepankan komunikasi dan langkah persuasif sehingga pelaksanaan penertiban dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berlangsung tertib. Masyarakat memahami bahwa penataan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan kawasan ke depan,” katanya.

Penataan kawasan Rukoh menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih baik, sekaligus memperkuat fungsi kawasan pendidikan yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Kota Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penataannya harus dilakukan secara menyeluruh agar lebih tertib, nyaman, dan mendukung mobilitas warga,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, pembangunan kota harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan maupun kualitas lingkungan.

“Kita ingin ruang-ruang publik berfungsi sebagaimana mestinya. Drainase harus berjalan baik, pejalan kaki memiliki ruang yang aman, dan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan nyaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih tertata dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga:  Mortir Sisa Konflik Ditemukan di Pinggir Krueng Aceh, Polisi Amankan Lokasi

Wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Gampong Rukoh, para pedagang, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses penataan kawasan tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik.

Berdasarkan rencana yang telah disusun Pemerintah Kota Banda Aceh, koridor Jalan Utama Rukoh akan ditingkatkan menjadi jalan perkotaan yang lebih representatif.

Penataan itu meliputi pembangunan jalur pedestrian, normalisasi drainase, serta penataan bangunan pelengkap jalan.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperkuat aksesibilitas pejalan kaki, dan memperbaiki kualitas lingkungan kawasan secara menyeluruh.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendukung aktivitas akademik dan sosial di kawasan yang menjadi pusat pendidikan tinggi di Aceh.

Selama ini, keberadaan bangunan yang berdiri di atas saluran drainase menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Selain menghambat pekerjaan di lapangan, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu fungsi drainase yang sangat penting untuk mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.

Melalui penataan yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kawasan Rukoh dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman.

Penataan ini juga diharapkan mampu memperkuat citra Rukoh sebagai salah satu kawasan pendidikan utama di ibu kota Provinsi Aceh yang memiliki infrastruktur modern dan mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait