Umum

Respons Dugaan Pungli di Iboih, Polres Sabang Periksa Oknum Petugas Retribusi

SABANG, Infoaceh.net – Respons cepat ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Sabang menyusul viralnya video dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan pelayanan yang menuai sorotan di kawasan wisata Teupin Layeu, Gampong Iboih, Kota Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan berlalu tanpa tindak lanjut.

“Makasih infonya, kita tindak lanjuti,” tegas Kapolres Sabang saat merespons informasi terkait video yang beredar luas di media sosial.

Pernyataan singkat itu langsung diikuti langkah nyata di lapangan. Tidak menunggu waktu lama, Kapolsek Sukakarya, Ipda Hairul Saleh Ritonga segera menginstruksikan personelnya untuk bergerak melakukan klarifikasi dan penanganan awal.

Baca Juga:  Sambut Demo Mahasiswa USK, Plt Sekda Aceh: Kami Tidak Eksklusif, Komunikasi Terbuka Setiap Saat

Pada Kamis malam, 18 Juni 2026, jajaran Polsek Sukakarya menggelar pertemuan di Kantor Keuchik Iboih guna menindaklanjuti polemik yang telah menjadi perhatian publik tersebut.

Dalam pertemuan itu, oknum petugas retribusi yang viral dalam video langsung dimintai keterangan oleh petugas kepolisian terkait dugaan tindakan dan perilaku yang memicu keluhan pengunjung.

Langkah cepat tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa aparat tidak ingin persoalan yang berulang di kawasan wisata dibiarkan berkembang dan mencoreng wajah pariwisata Sabang.

Baca Juga:  Wali Kota Sabang Lakukan Mutasi, 11 Pejabat Eselon II Dilantik

Pertemuan tersebut turut dihadiri Keuchik Iboih, Bukhari Ismail. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui hasil maupun keputusan yang diambil dari pertemuan tersebut, termasuk apakah akan ada langkah pembinaan, evaluasi, atau proses hukum lanjutan terhadap pihak yang terlibat.

Publik kini menunggu apakah penanganan ini akan berujung pada tindakan nyata atau hanya berhenti pada klarifikasi semata.

Sebab di tengah upaya membangun citra Sabang sebagai destinasi wisata unggulan, praktik yang dinilai merugikan wisatawan tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan kecil.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait