BENER MERIAH, Infoaceh.net – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mengambil alih penanganan infrastruktur pascabencana di kawasan Tajuk Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Langkah ini diambil setelah aksi gotong royong warga setempat mengumpulkan dana swadaya hingga Rp1 miliar lebih untuk memperbaiki jembatan yang putus sempat viral di media sosial.
Menteri PU Dody Hanggodo bahkan membatalkan rencana perjalanan dinasnya ke Amerika Serikat demi meninjau langsung kondisi jembatan darurat tersebut pada Rabu (8/7/2026).
Didampingi Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, Menteri Dody mengumumkan strategi mitigasi jangka panjang, termasuk pembangunan jembatan shortcut baru berkapasitas logistik berat.
Pemerintah Ambil Alih dan Tugaskan PT PP
Jembatan Enang-Enang lama yang berada di jalur nasional Bireuen–Takengon sebelumnya terputus akibat bencana hidrometeorologi (banjir dan longsor) pada November 2025.
Kelelahan menunggu respons pemerintah, warga berinisiatif melakukan perbaikan mandiri hingga jembatan berhasil diresmikan secara swadaya pada Kamis, 2 Juli 2026.
Meskipun mengapresiasi tinggi dedikasi masyarakat, Kementerian PU menyatakan struktur bawah jembatan hasil swadaya tersebut masih miring dan bertumpu pada penyangga sementara.
Demi menjamin keselamatan publik, Menteri PU menugaskan PT Pembangunan Perumahan (PT PP) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk memperkuat fondasi bawah jembatan secara permanen.
Skema Tiga Jalur Alternatif Menuju Dataran Tinggi Gayo
Pemerintah memutuskan tidak membangun kembali jembatan permanen di titik semula karena tebing sekitarnya sangat rawan longsor saat curah hujan tinggi. Sebagai solusinya, kementerian menyiapkan skema interkoneksi regional yang menyediakan tiga pilihan jalur alternatif bagi masyarakat.
Jalur Alternatif 1 (Jembatan Enang-Enang Lama): Struktur bawah jembatan akan diperkuat oleh PT PP.
Namun, fungsinya dibatasi secara ketat hanya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang demi mencegah risiko kecelakaan.
Jalur Alternatif 2 (Akses Werlah): Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas jalan kabupaten di kawasan Werlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Akses jalan diperlebar dari semula 4 meter menjadi 6 meter, disertai pembangunan sebuah jembatan baru. Jalur ini difungsikan sementara untuk mengalihkan kendaraan angkutan barang.
Jalur Alternatif 3 (Jembatan Shortcut Baru): Pemerintah akan membangun jembatan shortcut permanen dengan bentang sekitar 300 meter di lokasi baru yang tidak jauh dari jembatan lama.
Jembatan shortcut ini dirancang memiliki kapasitas beban maksimum hingga 30 ton agar aman dilalui armada logistik dan truk kontainer bertonase besar.
Proses penyempurnaan desain teknis (engineering design) untuk jembatan shortcut baru dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026.
Sedangkan konstruksi fisik dilaporkan siap berjalan setelah seluruh kajian mitigasi kebencanaan dan pembebasan lahan selesai sepenuhnya.
Infrastruktur baru ini diharapkan dapat memulihkan total urat nadi perekonomian masyarakat di kawasan dataran tinggi Gayo, mulai dari Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Aceh Tenggara.


















