Banda Aceh, Infoaceh.net – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan semen yang terjadi di Aceh.
Perusahaan tersebut memastikan akan menambah pasokan semen melalui jalur laut dengan mendatangkan tiga kapal pengangkut, sekaligus meningkatkan jam operasional terminal pengisian guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, mengatakan kebutuhan semen di Aceh saat ini mengalami peningkatan signifikan seiring tingginya aktivitas pembangunan, terutama untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, pembangunan infrastruktur pemerintah, proyek swasta, serta kebutuhan pembangunan masyarakat.
“Berdasarkan proyeksi kami, kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai sekitar 4.200 ton per hari atau setara 105.000 sak semen. Sementara pasokan yang saat ini mampu kami penuhi sekitar 3.700 ton per hari atau 92.500 sak semen, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 500 ton per hari atau sekitar 12.500 sak semen,” kata R. Adi Santosa dalam rapat evaluasi penanganan kelangkaan semen di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, secara kapasitas PT SBA sebenarnya memiliki kemampuan memproduksi semen curah hingga 5.400 ton per hari.
Namun, peningkatan permintaan yang terjadi dalam waktu bersamaan menyebabkan distribusi ke pasar belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Adi, pasokan semen yang saat ini didistribusikan berasal dari beberapa terminal, yakni Terminal PT SBA Lhoknga sebanyak 1.400 ton per hari, Terminal Malahayati 400 ton per hari, Terminal Krueng Geukuh I 900 ton per hari, Terminal Krueng Geukuh II 500 ton per hari, serta Terminal Belawan 500 ton per hari.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, PT SBA telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
“Salah satu upaya yang segera kami lakukan adalah menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari sebelumnya 16 jam menjadi 24 jam setiap hari. Dengan peningkatan waktu operasional ini, distribusi semen diharapkan menjadi lebih optimal,” ujarnya.
Selain meningkatkan kapasitas distribusi melalui terminal, PT SBA juga menambah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengangkut.
Adi mengungkapkan, kapal pertama telah tiba dan bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa muatan semen curah.
“Pengiriman berikutnya akan dilakukan secara bertahap selama bulan Agustus. Selain semen curah, kami juga akan menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh untuk menutup kekurangan kebutuhan di pasar,” katanya.
Ia menegaskan, perusahaan berkomitmen menjaga kelancaran distribusi agar pasokan semen kembali normal sehingga aktivitas pembangunan di Aceh tidak terganggu.
Sementara itu, langkah percepatan penanganan kelangkaan semen mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Aceh.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang meminta agar persoalan kelangkaan semen segera diselesaikan karena berpotensi menghambat pembangunan dan pemulihan pascabencana.
Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, dengan membentuk tim penanganan yang dikoordinasikan Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Irza.
Dalam rapat evaluasi bersama PT SBA, Pemerintah Aceh juga meminta seluruh distributor menjaga ketersediaan stok serta tidak melakukan praktik yang dapat memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.
Selain itu, Pemerintah Aceh akan terus memantau perkembangan harga dan kebutuhan semen di seluruh kabupaten/kota serta melakukan evaluasi berkala bersama PT Solusi Bangun Andalas dan para pemangku kepentingan lainnya.
Melalui langkah penambahan pasokan, peningkatan jam operasional terminal, serta penguatan koordinasi antara pemerintah dan perusahaan, diharapkan defisit sekitar 500 ton semen per hari dapat segera diatasi sehingga kebutuhan masyarakat, proyek pembangunan, dan program rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di Aceh dapat berjalan tanpa hambatan.

















