Umum

Kodam IM Kejar Pemulihan Pascabencana: 3.575 Hektare Sawah Direhab, 341 Jembatan dan 44 Km Jalan Ditangani

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemulihan pascabencana di Aceh terus dikebut melalui berbagai pekerjaan fisik yang menyasar sektor pertanian, konektivitas wilayah, hunian, pendidikan hingga kebutuhan dasar masyarakat.

Rekapitulasi Program Percepatan Pembangunan di wilayah Kodam Iskandar Muda (Kodam IM) per 7 Agustus 2026 mencatat 3.575 hektare sawah direhabilitasi, 341 jembatan ditangani, dan pembukaan jalan mencapai 44.388 meter.

Data tersebut mengemuka di tengah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Sektor Pertanian, Sistem Pengairan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang digelar Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (7/8/2026).

Dalam forum itu turut hadir Kol. Inf. Sunarto, Pamen Ahli Bidang Hukum dan Humaniter, yang mewakili unsur Kodam Iskandar Muda dalam pembahasan percepatan pemulihan pascabencana.

Rekapitulasi Kodam IM menunjukkan pekerjaan pemulihan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat terdampak.

Untuk rehabilitasi sawah, total pekerjaan tercatat mencapai 3.575 hektare. Dari jumlah tersebut, 3.572,98 hektare telah dinyatakan selesai, sedangkan 2,02 hektare masih dalam proses.

Namun, capaian tersebut berbeda dengan program optimasi lahan. Dari target 5.385 hektare, baru 183 hektare yang tercatat selesai, sementara 5.202 hektare masih dalam proses.

Kondisi serupa terlihat pada program cetak sawah. Dari target 304 hektare, realisasi selesai mencapai 136,66 hektare, sedangkan 167,34 hektare masih berproses.

Perbedaan progres tersebut menjadi salah satu catatan penting. Rehabilitasi sawah yang sudah ada tercatat hampir seluruhnya selesai, sementara pekerjaan optimasi lahan dan pembukaan sawah baru masih membutuhkan penyelesaian lebih lanjut.

44 Kilometer Jalan Dibuka

Di sektor konektivitas, Kodam IM mencatat pembukaan jalan sepanjang 44.388 meter atau sekitar 44,4 kilometer.

Baca Juga:  Ditreskrimsus Polda Aceh Periksa Karhutla HGU PT GSM di Nagan Raya 

Dari total tersebut, 28.698 meter telah selesai, sedangkan 15.690 meter masih dalam proses. Selain itu, pekerjaan pengerasan jalan mencapai 17.350 meter, terdiri atas 10.150 meter selesai dan 7.200 meter masih berproses.

Jaringan jalan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses menuju kawasan terdampak sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan.

341 Jembatan Ditangani

Bukan hanya jalan, konektivitas antarkawasan juga diperkuat melalui penanganan 341 titik jembatan.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 60 jembatan Bailey, 105 jembatan perintis, 136 jembatan Armco, dan 40 jembatan beton.

Hingga 7 Agustus 2026, sebanyak 236 titik telah selesai, sementara 105 titik masih dalam proses.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan pemulihan akses setelah bencana merusak sejumlah jalur penghubung masyarakat.

645 Huntara Tuntas

Pada sektor hunian, Kodam IM mencatat program 43 unit rumah tidak layak huni (RTLH), dengan 29 unit selesai dan 14 unit masih dalam proses.

Sementara untuk hunian sementara (Huntara), seluruh 645 unit yang tercantum dalam rekapitulasi dinyatakan telah selesai.

Kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi bagian dari program. Penyediaan sumur air mencapai 552 titik, dengan 428 titik selesai dan 124 titik masih dalam proses.

Untuk fasilitas MCK, tercatat 42 titik/122 unit telah selesai, sedangkan 105 titik/400 unit masih dalam proses.

Ribuan Sekolah Dibersihkan

Di sektor pendidikan, rekapitulasi Kodam IM mencatat 1.469 unit sekolah telah dibersihkan dan dua unit sekolah diperbaiki, dengan status tercatat selesai.

Dokumen juga mencantumkan program rehabilitasi kerja sama sebanyak 188 unit, dengan status 3 unit selesai dan 188 unit proses. Angka tersebut tampak memerlukan klarifikasi lebih lanjut karena rincian status melebihi angka total yang tercantum dalam dokumen. Infoaceh.net tidak menarik kesimpulan di luar data tersebut.

Baca Juga:  Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

Sementara itu, program KDKMP tercatat sebanyak 1.687 titik, dengan 804 titik selesai dan 883 titik masih dalam proses. Untuk SPPG, terdapat 20 titik, terdiri dari 5 titik selesai dan 15 titik masih berproses.

Secara keseluruhan, dokumen mencatat capaian JUSIK sebesar 78,83 persen per 7 Agustus 2026.

Besarnya angka tersebut menunjukkan luasnya cakupan pekerjaan Kodam IM dalam mendukung percepatan pemulihan kawasan terdampak bencana.

Tetapi angka penyelesaian fisik juga menyisakan pertanyaan mengenai tahap berikutnya, apakah infrastruktur dan lahan yang telah ditangani sudah sepenuhnya kembali berfungsi dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Khusus sektor pertanian, misalnya, 3.572,98 hektare rehabilitasi sawah telah dinyatakan selesai, tetapi rekapitulasi Kodam IM tidak merinci berapa hektare dari luasan tersebut yang sudah kembali ditanami atau menghasilkan produksi.

Begitu pula dengan 5.202 hektare optimasi lahan yang masih berproses. Dokumen yang tersedia mencatat status pekerjaan, tetapi tidak memuat rincian lokasi, nilai anggaran, kendala per lokasi, maupun target waktu penyelesaian.

Dengan demikian, pekerjaan Kodam IM masih menyisakan dua ukuran penting. Pertama, seberapa cepat seluruh pekerjaan fisik yang masih berproses dapat diselesaikan.

Kedua, sejauh mana pekerjaan tersebut benar-benar mengembalikan fungsi lahan, akses, hunian dan fasilitas publik bagi masyarakat terdampak.

Sebab, bagi warga yang terdampak bencana, pemulihan bukan hanya soal jalan yang terbuka, jembatan yang berdiri atau sawah yang direhabilitasi. Ukuran akhirnya adalah ketika akses kembali tersambung, lahan kembali produktif, dan kehidupan masyarakat mulai normal.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait