Politik

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Daftar Calon Ketua Demokrat Aceh pada Hari Terakhir

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Eskalasi politik internal Partai Demokrat Aceh kian mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031 pada hari terakhir pendaftaran, Selasa (11/8/2026).

Sayuti Abubakar tampil percaya diri menyerahkan berkas pendaftaran dengan mengantongi dukungan mayoritas mutlak dari pengurus daerah.

Sayuti tiba di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, dengan didampingi langsung oleh para Ketua DPC serta sejumlah pengurus teras dari berbagai wilayah di Aceh.

Tidak main-main, ia menyerahkan dokumen pendaftaran yang memuat surat dukungan resmi dari 21 DPC dari total 23 kabupaten/kota yang ada di Tanah Rencong.
Dukungan “full” ini mengalir mulai dari ujung timur hingga barat selatan Aceh, meliputi:

Wilayah Timur-Utara: Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara.

Wilayah Tengah: Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Wilayah Pusat-Kepulauan: Kota Sabang, Simeulue, Pidie Jaya, Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Aceh Jaya.

Wilayah Barat-Selatan: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Subulussalam.

Baca Juga:  Heri Julius dan Raji Firdana Dicopot, DPP NasDem Tunjuk Yunardi Natsir dan Furqan Firmandez Jadi Sekretaris dan Bendahara NasDem Aceh

Menariknya, momentum pendaftaran ini juga diwarnai aksi pencabutan dukungan dari rival politiknya.

Sejumlah DPC yang sebelumnya diklaim mendukung kandidat lain, Nurdiansyah Alasta, secara terbuka mengalihkan mandat dan menyatakan sikap setia tegak lurus kepada Sayuti Abubakar.

Beberapa ketua DPC (seperti dari Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Aceh Utara) secara terbuka mencabut dukungan lama mereka dari kandidat lain, Nurdiansyah Alasta, untuk dialihkan sepenuhnya kepada Sayuti Abubakar.

Nuansa religius dan adat yang kental terlihat dalam iring-iringan pendaftaran Sayuti. Ia turut didampingi oleh beberapa ulama kharismatik Aceh, termasuk Teungku Haidar (Tu Haidar).

Kehadiran tokoh agama ini menegaskan bahwa ikhtiar politik yang diambil Sayuti mendapat restu dan dukungan moral dari elemen masyarakat Aceh.

Berkas pencalonan Sayuti diterima langsung oleh jajaran Steering Committee (SC) Musda Demokrat Aceh yang dipimpin oleh Dalimi, Zainal, Iqbal Farabi, dan Muhammad Rizki.

“Alhamdulillah, hari ini saya hadir bersama 21 DPC. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengembalikan kejayaan partai,” ujar Sayuti optimis.

Baca Juga:  Ketua DPRK Banda Aceh Minta PLN Siagakan Pembangkit Khusus Pascabencana

Sebagai politisi dan kepala daerah, Sayuti mengusung visi besar untuk melakukan restrukturisasi dan penguatan mesin partai. Salah satu target utamanya yang paling krusial adalah mengembalikan keterwakilan Demokrat di Senayan.

“Demokrat hari ini di Dapil 2 DPR RI kosong. Perintah Ketua Umum harus terisi kembali,” tegasnya menirukan amanat pusat.

Selain itu, ia membidik kenaikan perolehan kursi secara signifikan pada pemilu mendatang, yakni target peningkatan kursi DPRK dari 10 menjadi 12 kursi, serta kursi DPRA dari 8 menjadi 10 kursi.

Ketua SC Musda, Dalimi, mengonfirmasi bahwa hingga penutupan pendaftaran, kontestasi ini dipastikan akan mempertemukan dua kandidat kuat, yaitu Nurdiansyah Alasta dan Sayuti Abubakar.

Panitia saat ini sedang melakukan verifikasi faktual dan kelengkapan administrasi terhadap seluruh berkas yang masuk.
Selanjutnya, panggung utama penentuan akan digelar dalam forum Musda DPD Demokrat Aceh pada 19 Agustus 2026.

Kendati Sayuti unggul mutlak dalam peta dukungan riil di tingkat daerah, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memakhodai Demokrat Aceh periode 2026–2031 tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di Jakarta.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait