Umum

Dari Ruang Akademik ke Meja Strategis Negara, Prof Marwan Resmi Emban Amanah di Barantin

Jakarta, InfoAceh.net – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatat kiprah akademisinya di tingkat nasional.

Guru Besar Departemen Matematika FMIPA USK, Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si., mendapat amanah baru setelah dilantik sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tersebut berlangsung di Balai Uji Terap Teknik Metode Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Informasi mengenai pelantikan tersebut disampaikan dalam pers rilis yang diterima redaksi InfoAceh.net.

Untuk memastikan informasi tersebut, wartawan InfoAceh.net, Samsuwar, melakukan konfirmasi langsung kepada Prof. Marwan.

Konfirmasi tersebut menjadi bagian dari upaya redaksi memastikan informasi mengenai amanah baru yang diterima Guru Besar USK tersebut sebelum diberitakan kepada publik.

Penugasan Prof. Marwan di Barantin menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK periode 2022–2026.

Baca Juga:  Illiza Terima IMT-GT Green City Award, Banda Aceh Raih Silver Pengelolaan Sampah

Pengalaman tersebut memberikan bekal manajerial yang cukup luas, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, keuangan hingga aset perguruan tinggi.

Kini, pengalaman itu akan dibawa ke lingkungan pemerintahan pusat.

Sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Marwan berada pada posisi yang berkaitan dengan penyusunan perencanaan program, koordinasi kelembagaan serta pengembangan kerja sama.

Amanah tersebut sekaligus menempatkan pengalaman akademik dan manajerial Prof. Marwan pada ruang pengabdian yang lebih luas.

Dalam keterangan yang disampaikan, Prof. Marwan mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor USK, Prof. Mirza, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika USK yang selama ini mendukung perjalanan pengabdiannya.

Menurutnya, pengalaman selama mengabdi di USK menjadi modal berharga ketika memasuki tanggung jawab baru di tingkat nasional.

Baca Juga:  10 Paket Pengadaan Disdik Aceh Rp25,98 Miliar Tanpa Spesifikasi, Sebenarnya Apa yang Dibeli?

Perpindahan dari lingkungan akademik menuju birokrasi pusat tentu menghadirkan tantangan berbeda.

Jika sebelumnya berkutat dengan pengembangan pendidikan, pengelolaan universitas dan sumber daya akademik, kini tanggung jawabnya berkaitan dengan perencanaan dan kerja sama pada lembaga pemerintah yang memiliki tugas di bidang kekarantinaan.

Kehadiran Prof. Marwan di Barantin juga membuka ruang bagi penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah.

Pengalaman akademik yang dimilikinya dapat menjadi salah satu modal untuk mendorong kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, riset, tata kelola maupun kolaborasi kelembagaan.

Bagi keluarga besar USK, amanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang akademisi yang memperluas ruang pengabdiannya dari kampus menuju tingkat nasional.

Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pengalaman akademik dan manajerial tersebut mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata dalam menjalankan amanah di lingkungan pemerintahan pusat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait