Ekonomi

Nasabah Tabungan Emas BSI Aceh Capai 126.876, Melonjak 129 Persen

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Minat masyarakat Aceh terhadap investasi emas terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah emas PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh mencapai 126.876 nasabah, dengan total kepemilikan mencapai 98 kilogram emas.

Jumlah tersebut meningkat 129 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sekaligus menunjukkan semakin tingginya ketertarikan masyarakat Aceh menjadikan emas sebagai salah satu instrumen untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Atas kontribusi tersebut, BSI Regional Aceh meraih penghargaan kategori “Bank Penggerak Tabungan Emas Menuju Baitullah” pada Malam Anugerah Serambi Awards 2026 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Sabtu malam (29/8).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya BSI dalam mendorong masyarakat memanfaatkan instrumen emas untuk mempersiapkan kebutuhan ibadah haji secara bertahap, terencana, dan sesuai prinsip syariah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi BSI untuk terus menghadirkan layanan keuangan syariah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi kami. Ini juga menjadi motivasi bagi BSI untuk terus menghadirkan solusi keuangan syariah yang dapat membantu masyarakat mewujudkan berbagai tujuan finansial dan spiritual, termasuk mempersiapkan perjalanan ibadah menuju Baitullah,” ujar Imsak, Ahad (30/8).

Baca Juga:  Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Emas Jadi Instrumen Perencanaan Menuju Baitullah

Menurut Imsak, emas memiliki karakteristik sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Dengan dilakukan secara konsisten dan sejak dini, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan biaya ibadah haji sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

“Semangat yang ingin kami bangun adalah bagaimana masyarakat dapat memulai ikhtiar menuju Baitullah sejak sekarang. Dilakukan secara bertahap, konsisten, dan tetap dalam koridor prinsip syariah,” katanya.

BSI kemudian mengembangkan konsep Gold to Baitullah, yang tidak hanya berorientasi pada kepemilikan emas, tetapi menjadi sebuah ekosistem layanan keuangan yang menghubungkan berbagai produk dalam satu perjalanan finansial menuju ibadah.

Ekosistem tersebut meliputi BSI Emas Digital, BSI Cicil Emas, BSI Gold atau emas batangan, Tabungan Haji BSI, hingga layanan digital BYOND by BSI.

Melalui BYOND by BSI, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi emas sekaligus mengakses layanan keuangan BSI lainnya.

“Gold to Baitullah bukan sekadar mengajak masyarakat membeli emas. Yang kami bangun adalah kebiasaan merencanakan perjalanan ibadah sejak dini melalui instrumen yang memiliki potensi menjaga nilai aset,” jelas Imsak.

Ia mengatakan, masyarakat dapat memulai perencanaan melalui investasi emas, kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan tabungan haji hingga merencanakan perjalanan ibadah.

Baca Juga:  PT PEMA Teken MoU dengan 16 Perusahaan Internasional di Langkawi

126.876 Nasabah, Kepemilikan 98 Kilogram Emas

Pertumbuhan nasabah emas BSI di Aceh menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Hingga Juli 2026, tercatat 126.876 nasabah emas telah dilayani BSI Regional Aceh. Sementara total kepemilikan emas mencapai 98 kilogram.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 129 persen.

Menurut Imsak, kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik masyarakat Aceh yang memiliki kedekatan kuat dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus tradisi menyimpan dan berinvestasi dalam bentuk emas.

Pertumbuhan tersebut juga dinilai menunjukkan semakin terbukanya pemahaman masyarakat terhadap berbagai pilihan instrumen keuangan syariah untuk mencapai tujuan finansial maupun spiritual.

Imsak menegaskan, BSI tidak hanya berfokus pada penyediaan produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga berupaya meningkatkan literasi masyarakat.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai karakteristik setiap instrumen keuangan penting agar masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

“Bagi BSI, perjalanan menuju Baitullah bukan hanya persoalan finansial, tetapi juga perjalanan spiritual. Karena itu, kami ingin terus hadir sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi masyarakat Aceh,” ungkapnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait