Umum

Dua Traktor yang Sempat “Hilang” Terpantau di KMP Aceh Hebat 2, Akhirnya Kembali ke Sabang

Sabang, Infoaceh.net — Sempat berpindah ke Aceh Besar selama berbulan-bulan, dua unit traktor roda empat yang diperuntukkan bagi kelompok tani di Kota Sabang kini terpantau dalam perjalanan kembali ke Sabang.

Dua unit traktor roda empat yang sebelumnya dilaporkan berada di Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (9/9/2026), terpantau berada di ruang car deck KMP Aceh Hebat 2, dalam pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pelabuhan Penyeberangan BPKS Balohan, Sabang.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Berdasarkan informasi dan pantauan yang dihimpun, kedua traktor tersebut terlihat terparkir di sisi kiri lambung kapal, diapit sejumlah kendaraan roda empat lainnya.

Kembalinya dua unit alat pertanian tersebut ke Sabang tentu menjadi perhatian.

Sebab, keberadaan traktor sebelumnya sempat menjadi tanda tanya setelah diketahui berpindah dari Sabang ke Kabupaten Aceh Besar dan berada di sana selama beberapa bulan.

Pertanyaan mendasarnya kini bukan lagi sekadar ke mana traktor tersebut pergi, tetapi siapa yang membawa, atas dasar apa dipindahkan, untuk kepentingan siapa digunakan, dan mengapa perpindahan tersebut tidak diketahui secara terbuka oleh publik maupun kelompok tani penerima manfaat.

Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pengendara atau operator yang membawa kedua traktor tersebut dalam perjalanan kembali ke Sabang.

Baca Juga:  Sungai Dangkal, Wagub Minta Tiap Daerah Rawan Banjir di Aceh Disiagakan 4 Ekskavator

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua unit tersebut diduga merupakan traktor yang sebelumnya berada di Aceh Besar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua unit alat pertanian berupa traktor roda empat yang diperuntukkan bagi kelompok tani di Kota Sabang dilaporkan telah berpindah lokasi dan diketahui berada di Kabupaten Aceh Besar.

Perpindahan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan serius. Pasalnya, hingga kini belum diperoleh penjelasan terbuka mengenai kapan kedua traktor itu dibawa keluar dari Sabang, siapa yang memberikan izin, siapa yang mengangkutnya, serta untuk kepentingan apa alat pertanian tersebut digunakan di luar wilayah Kota Sabang.

Informasi dari sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan, kedua unit traktor tersebut sebelumnya diserahkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang kepada Organisasi Tani Merdeka pada 29 Oktober 2025.

Selanjutnya, kedua alat pertanian itu diserahkan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Setia Kawan di Gampong Paya Seunara dan Kelompok Tani Beuna Usaha di Gampong Balohan.

Namun, keberadaan kedua traktor tersebut di luar Sabang kemudian memunculkan tanda tanya mengenai mekanisme pemanfaatan dan pengawasannya.

Ketua Kelompok Tani Merdeka, Andri, telah dimintai penjelasan melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 3 September 2026, terkait keberadaan dan status penggunaan kedua traktor tersebut.

Baca Juga:  Siaga Bencana, Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi dengan BMKG

Hingga berita ini tayang, belum ada respons dari Andri atas pertanyaan yang telah disampaikan.

Belakangan diperoleh informasi bahwa Andri diketahui merupakan sopir Wali Kota Sabang.

Publik Berhak Mendapat Penjelasan

Dengan kembalinya dua unit traktor tersebut ke Sabang, pertanyaan mengenai perjalanan dan penggunaannya justru semakin penting untuk dijawab secara terbuka.

Siapa yang membawa traktor keluar dari Sabang? Siapa yang mengizinkan? Di mana alat tersebut digunakan selama berada di Aceh Besar? Siapa operatornya? Dan apakah seluruh proses pemindahan tersebut sesuai dengan ketentuan pengelolaan aset dan bantuan pertanian?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut semestinya dijawab oleh pihak-pihak yang mengetahui dan bertanggung jawab atas penggunaan kedua alat pertanian tersebut.

Sebab, kedua traktor itu bukan sekadar kendaraan biasa. Alat tersebut merupakan sarana pertanian yang diperuntukkan bagi kelompok tani dan pada akhirnya harus memberikan manfaat kepada masyarakat penerima.

Kembalinya traktor ke Sabang patut diapresiasi. Namun, kepulangan dua unit alat pertanian tersebut tidak serta-merta menghapus tanda tanya mengenai keberadaannya selama berbulan-bulan di luar daerah.

Kini publik menunggu penjelasan yang terang, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait