Aceh

Nasir Djamil Tinjau Lokasi Penembakan Warga Pulo Keunari Tiro dan Takziah ke Rumah Duka

Tiro, Infoaceh.net – Anggota Komisi III DPR RI, M Nasir Djamil meninjau langsung lokasi penembakan dan kekerasan yang terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Sabtu siang (7/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Nasir Djamil melihat kondisi meunasah gampong yang menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan kenduri dan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW sebelum insiden penembakan dan kekerasan terjadi pada Rabu (4/11/2026).

Nasir Djamil menyaksikan sejumlah kerusakan pada fasilitas yang digunakan masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Di antaranya perangkat sound system yang digunakan untuk ceramah Maulid, piring-piring yang dirusak, serta panggung dakwah yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

Kunjungan anggota DPR RI itu menjadi bagian dari upaya melihat langsung dampak kejadian terhadap masyarakat, sekaligus mendengarkan aspirasi warga yang terdampak.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah kerusakan perangkat sound system yang digunakan untuk kegiatan ceramah Maulid Nabi.

Peralatan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dalam insiden yang melibatkan anggota TNI di Gampong Pulo Keunari.

Pemilik sound system mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta akibat kerusakan perangkat yang digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan masyarakat.

Besarnya kerugian tersebut menjadi persoalan serius bagi pemilik peralatan, terlebih perangkat sound system merupakan sarana yang digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat.

Di lokasi kejadian, Nasir Djamil melihat langsung kondisi perangkat yang rusak.

Persoalan ganti rugi pun menjadi salah satu pertanyaan yang mengemuka setelah kerusakan tersebut terjadi.

Warga mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian material yang dialami masyarakat, termasuk pemilik sound system yang mengaku kehilangan perangkat dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

“Mau ke mana ganti rugi?” menjadi pertanyaan yang menggambarkan keresahan warga terhadap kerusakan fasilitas dan barang milik masyarakat dalam insiden tersebut.

Selain perangkat sound system, sejumlah piring dilaporkan rusak dan dihancurkan. Panggung dakwah yang digunakan untuk kegiatan peringatan Maulid Nabi juga mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut menambah dampak material yang harus ditanggung masyarakat setelah peristiwa kekerasan yang terjadi di tengah kegiatan keagamaan.

Nasir Djamil takziah ke rumah duka Abzalul Riza

Baca Juga:  Kala BNNP Aceh Perang Melawan Narkoba dengan Anggaran Rp1 Miliar

Usai meninjau lokasi kejadian, Nasir Djamil juga mendatangi rumah duka Abzalul Riza (20), warga yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Di rumah duka, anggota DPR RI itu bertemu dan menyampaikan takziah kepada ayah kandung korban, M Hasan.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza dalam peristiwa yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Nasir Djamil turut menemui keluarga korban untuk mendengarkan kondisi dan aspirasi mereka setelah kehilangan anggota keluarga.

Insiden di Gampong Pulo Keunari tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga meninggalkan trauma serta keresahan bagi masyarakat setempat.

Keluarga korban berharap peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dan penanganan yang adil, sehingga persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara transparan.

Jenguk korban luka dirawat di RSUD Beureunuen

Sebelum mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka, Nasir Djamil juga menjenguk sejumlah korban insiden kekerasan yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen.

Dalam kunjungan tersebut, Nasir melihat kondisi para korban yang mengalami luka akibat peristiwa di Gampong Pulo Keunari.

Kehadiran anggota DPR RI itu sekaligus menjadi kesempatan untuk mendengar langsung keterangan dan keluhan korban mengenai kejadian yang mereka alami.

Para korban mendapatkan perhatian setelah insiden yang berlangsung saat kegiatan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berubah menjadi peristiwa kekerasan.

Kunjungan ke rumah sakit, rumah duka, dan lokasi kejadian memperlihatkan bahwa dampak insiden tersebut tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban meninggal dunia, tetapi juga warga yang mengalami luka, kehilangan barang, serta kerusakan fasilitas kegiatan keagamaan.

Serap aspirasi warga terkait insiden kekerasan

Dalam kunjungannya, Nasir Djamil juga menyerap aspirasi masyarakat yang menjadi korban insiden kekerasan yang melibatkan anggota TNI.

Warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi setelah kejadian, mulai dari korban luka, kehilangan anggota keluarga, kerusakan barang, hingga pertanyaan mengenai pertanggungjawaban atas kerugian material.

Masyarakat berharap aspirasi mereka mendapat perhatian dari pemerintah dan lembaga terkait sehingga mendapat keadilan dan proses hukum.

Selain penanganan terhadap korban, persoalan kerusakan fasilitas dan barang milik warga menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan penyelesaian.

Baca Juga:  Wamendikti Saintek: USK Harus Jadi Pusat Solusi Persoalan Masyarakat Aceh

Kerugian yang dialami pemilik sound system, kerusakan piring, serta panggung dakwah yang digunakan untuk kegiatan Maulid menjadi bagian dari dampak insiden yang perlu ditangani.

Warga juga berharap proses penanganan peristiwa tersebut berjalan secara terbuka dan memberikan kepastian terhadap hak-hak korban.

Peristiwa kekerasan di Gampong Pulo Keunari terjadi pada Rabu (4/11/2026), ketika masyarakat sedang melaksanakan kenduri dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Insiden tersebut mengakibatkan Abzalul Riza (20) meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian luas karena berlangsung di tengah kegiatan keagamaan masyarakat serta melibatkan anggota TNI.

Sejumlah pihak telah menyampaikan keprihatinan dan mendesak agar peristiwa tersebut diusut secara serius.

DPR RI diharapkan mengawal penyelesaian kasus

Kunjungan Nasir Djamil ke Gampong Pulo Keunari menjadi bagian dari perhatian terhadap peristiwa yang menimbulkan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan barang milik warga.

Melalui peninjauan langsung, anggota Komisi III DPR RI itu dapat melihat kondisi lokasi kejadian serta mendengar aspirasi keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.

Persoalan yang disampaikan warga mencakup kebutuhan penanganan korban, kepastian proses hukum, dan penyelesaian kerugian material.

Masyarakat berharap perhatian dari DPR RI dapat mendorong pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan serta memastikan hak korban tidak diabaikan.

Dalam kasus ini, penyelesaian tidak hanya menyangkut proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat, tetapi juga pemulihan kondisi keluarga korban dan masyarakat.

Kerusakan perangkat sound system dengan nilai kerugian yang diklaim mencapai Rp200 juta, piring yang rusak, serta panggung dakwah yang mengalami kerusakan menjadi persoalan konkret yang membutuhkan penanganan.

Warga berharap ada kejelasan mengenai mekanisme ganti rugi dan pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Peristiwa di Gampong Pulo Keunari menjadi perhatian karena terjadi saat masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan. Karena itu, penanganannya diharapkan mengedepankan transparansi, penghormatan terhadap hak korban, serta upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Kunjungan Nasir Djamil diharapkan menjadi langkah awal untuk mengawal aspirasi warga Pulo Keunari, memastikan korban mendapat perhatian, dan mendorong penyelesaian persoalan hukum maupun kerugian material secara adil.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait