Olahraga

Raih 14 Suara, Ihsanuddin MZ Terpilih Sebagai Ketua Percasi Aceh

LANGSA – Ketua Fraksi PPP di DPR Aceh, Ihsanuddin MZ, terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Aceh masa bakti 2021 – 2025 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Percasi Aceh yang berlangsung alot.

Ihsanuddin terpilih sebagai ketua umum setelah meraih 14 suara, mengungguli rivalnya Muhammad Hendrik FS, Sekretaris Umum Percasi Aceh periode 2016 – 2021 yang hanya meraih 7 suara.

Musprov Percasi Aceh yang berlangsung di Hotel Harmoni, Kota Langsa (24/6), diikuti 22 voter utusan 22 dari 23 Percasi Kabupaten/Kota di Aceh. Meski sempat panas dan alot, karena adanya mandat ganda, namun Musprov berlangsung demokratis.

Pelaksanaan Musprov Percasi Aceh, meski terjadi dinamika, tapi tetap berjalan sesuai semboyan catur ‘gens una sumus (kita satu keluarga, kita bersaudara).

Baca Juga:  SMAN 9 Banda Aceh Juara AXIS Nation Cup 2026, Wakili Aceh ke Zona Sumatera

Dalam visi-misinya, Ihsanuddin menyebutkan akan berupaya melakukan program pembinaan atlet untuk meraih prestasi di tingkat nasional dan international, memperbanyak event, menggelar liga Aceh dan membagikan papan catur di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Ketua Umum KONI Aceh Muzakir Manaf diwakili Wakil Ketua Umum III Bidang Pembinaan Prestasi Bachtiar Hasan ketika membuka Musprov Percasi Aceh pada hari yang sama
mengharapkan pengurus terus berupaya dalam mencari jalan terbaik untuk dalam pembinaan prestasi.

Katanya, perjuangan pengurus berat dalam pembinaan prestasi, tidak kecuali dalam cabang olahraga catur.

“Mengurus cabang olahraga butuh keihklasan dan perjuangan dalam mencapai prestasi terbaik,” kata Bachtiar Hasan.

Hal itu, sebutnya, perlu dipikirkan bersama pengurus catur di provinsi dan kabupaten/kota, sehingga pembinaan atlet dalam upaya meraih prestasi bisa berjalan.

Baca Juga:  Laga Panas Persiraja vs Semen Padang: Laskar Rencong Harapkan Dukungan Penuh Suporter

Atlet-atlet catur ada di kabupaten/kota, sehingga perlu pembinaan untuk menghadapi Prakualifikasi Pekan Olahraga (Pra PORA) Aceh III/2021 sebagai ajang menuju PORA XIV/2022 di Pidie.

Cabang catur harus melakukan Pra PORA sebelum pelaksanaan PON Papua.

Kecuali itu, sebutnya, cabang olahraga catur harus bisa tampil di PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara dan meraih medali.

“Siapapun yang terpilih sebagai ketua umum dalam Musprov Percasi Aceh ini harus bisa bekerja sama sama dengan KONI Aceh dalam menjalankan program pembinaan prestasi,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Pengprov Percasi Aceh demisioner, Aldin NL menyebutkan, dua periode kepemimpinannya telah melakukan berbagai upaya pembinaan prestasi, satu yang fenomenal menjadi tuan terbaik Kejurnas tahun 2018 di Banda Aceh dan sukses meraih medali. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait