Ekonomi

Pertamina: Harga Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg Tak Naik

BANDA ACEH — PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar bersubsidi, yakni Pertalite, Solar dan gas LPG 3 Kg di tengah tren harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG yang masih tinggi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, untuk produk Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg tidak ada kenaikan harga,” ujar Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman dalam keterangannya, Ahad (10/7/2022).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ia menjelaskan, mulai hari ini Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, di antaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi yakni Bright Gas.

Baca Juga:  Expo HUT ke-515 Pidie, Wagub Dek Fad Borong Produk UMKM: Dari Salak Tangse hingga Mie Caluek

Untuk wilayah Aceh, produk Pertamax Turbo (RON 98) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 16.220 dari sebelumnya Rp 14.500, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 16.500 dari sebelumnya Rp 13.700, dan Dexlite (CN 51) menjadi Rp 15.000 per liter dari sebelumnya Rp12.950. Untuk LPG non subsidi (Bright Gas) akan disesuaikan sekitar Rp 2.000 per Kg.

Menurutnya, penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia.

Baca Juga:  Wamenpar Kunjungi PLTD Apung, Illiza Dorong Wisata Edukasi Tsunami Banda Aceh Bertaraf Nasional

“Saat ini penyesuaian harga kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series. Tapi untuk BBK jenis Pertamax yang merupakan BBM non subsidi harganya tetap, tidak berubah, masih Rp 12.500 di Aceh,” ucap Taufikurachman.

Perlu diketahui, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 USD/barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022. Begitu pula dengan LPG, tren harga CPA masih tinggi pada Juli ini mencapai 725 USD/Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait