Umum

Mafindo Aceh Latih 50 Komunitas Cegah Hoaks Jelang Pemilu

Banda Aceh — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Aceh melaksanakan workshop edukasi anti hoaks bagi komunitas yang ada di Aceh, yang dilaksanakan di Hotel Plum Lading Banda Aceh, Kamis (26/10).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan periksa fakta dimulai dari tingkat mula serta memperkuat kerja sama antara instansi dan organisasi kemasyarakatan dan kelompok kerja untuk berkolaborasi bersama melawan hoaks.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Koordinator Mafindo Wilayah Aceh Destika Gilang menyampaikan workshop ini merupakan langkah edukasi Mafindo untuk masyarakat Aceh yang dilakukan kepada 50 komunitas yang aktif melakukan edukasi di tengah masyarakat apalagi dalam memerangi hoaks sangat penting peran semua pihak.

Baca Juga:  Wali Kota Illiza Kecam Bullying dan Pengeroyokan Siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh

“Kita meberikan edukasi dengan cara santai kepada 50 komunitas yang diundang, agar mengenali tiga kategori hoaks, dan yang terpenting adalah memberikan pengenalan cek fakta apalagi yang hadir banyak komunitas media yang juga sering memberikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Kadis Kominfo Banda Aceh Fadhil membuka acara sekaligus memberi sambutan, ia mengapresiasi penuh Mafindo Aceh yang telah membantu kinerja Kominfo Banda Aceh,

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Mafindo dan hari ini saya sangat antusias bisa hadir dan membuka langsung kegiatan ini, apalagi dihadiri berbagai komunitas yang luar biasa dalam berkolaborasi melawan hoaks di Aceh,” terangnya.

Baca Juga:  OJK Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026

Selanjutnya Rizki Amanda, selaku pengecek fakta Mafindo Aceh juga mengenalkan tools cek fakta kepada perwakilan 50 komunitas yang hadir, sambil mempraktikkan agar paham bagaimana mengindentifikasi informasi yang salah.

“Apalagi menjelang pemilu akan banyak informasi bohong yang beredar akan menimbulkan perpecahan di masyarakat, maka sangat penting peran komunitas dalam mengedukasi,” pungkasnya. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait