Umum

Kemenag Aceh Gelar Doa, Zikir dan Shalawatan untuk Keselamatan Bangsa

BANDA ACEH — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar kegiatan zikir, doa dan shalawatan sebagai ikhtiar spiritual untuk keselamatan bangsa di aula Kanwil Kemenag Aceh, Jum’at (16/7).

Kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bathiniyah para ASN untuk mendoakan agar wabah Covid-19 segera mereda.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Doa bersama ini diikuti 50 persen ASN Kanwil Kemenag Aceh yang bekerja dari kantor dikarenakan saat ini Kemenag Aceh sedang menerapkan sistem kerja shift dengan pembagian 50 persen work from home dan work from office.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal Muhammad SAg MAg mengatakan, doa bersama ini sekaligus menindaklanjuti seruan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Baca Juga:  Proyek Rehab Ruang Cathlab RSUD Sabang Disorot, Pekerja Diduga Abaikan K3

“Setelah kegiatan pray from home yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Pak Menteri menyerukan agar ini dilaksanakan di Kanwil, Kankemenag dan Ormas,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, saat ini Covid-19 telah mewabah selama dua tahun terakhir. Wabah ini, menurut Iqbal menuntut pemerintah untuk menerapkan berbagai kebijakan seperti halnya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 untuk sebagian wilayah Indonesia.

“Kini sudah jalan dua tahun seperti ini, bisa-bisa kalau terus berjalan ini akan mengurangi kesejahteraan kita,” katanya.

Baca Juga:  Bendahara Dinas PUPR Sabang Mengundurkan Diri, Ada Apa?

“Tanpa disuruh pun kita harus berdoa kepada Allah minimal bersama keluarga dan anak-anak agar kita bisa bebas dari wabah Covid ini,” ujarnya lagi.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Aceh Drs Azhari mengatakan, menyahuti seruan Menteri Agama, Kemenag Aceh telah menyurati kabupaten/kota untuk melaksanakan kegiatan serupa.

“Kita jangan lupa melakukan ikhtiar spiritual seperti doa dan yasin agar Allah mengabulkan doa kita bersama. Ini sudah kita tindak lanjut kepada penghulu, penyuluh dan madrasah untuk dilaksanakan di daerah masing-masing,” ujarnya. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait