Ekonomi

Alasan Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI: Bantu Bank Syariah Lain Agar Bisa Bersaing

Infoaceh.net, Jakarta — Pengurus Pusat Muhammadiyah buka suara soal rencana menarik dana simpanannya dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI. Mereka membenarkan adanya dana yang ditarik dari bank syariah pelat merah itu.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menjelaskan alasan pihaknya menarik dana dari BSI. Anwar mengatakan penempatan dana organisasi tersebut terlalu besar di BSI, sehingga perlu disebar ke bank syariah lainnya.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Secara bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6).

Anwar mengatakan dengan penumpukan dana yang terlalu besar, dikhawatirkan bank syariah lain tak bisa berkompetisi dengan BSI.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry: Zakat-Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat, Jangan Hanya Wacana Akademik 

“Bila hal ini terus berlangsung, maka persaingan di antara perbankan syariah tak akan sehat,” katanya.

Anwar mengatakan Muhammadiyah berkomitmen untuk mendukung perbankan syariah. Salah satu bentuknya adalah menciptakan persaingan antara bank syariah.

“Muhammadiyah merasa perlu menata banyak hal, termasuk terkait penempatan dana dan pembiayaan yang diterima,” katanya.

Tidak diketahui jumlah dana Muhammadiyah yang tersimpan di Bank Syariah Indonesia, namun menurut informasi yang beredar, nilai simpanan itu diperkirakan mencapai Rp 13 triliun.

Baca Juga:  Expo HUT ke-515 Pidie, Wagub Dek Fad Borong Produk UMKM: Dari Salak Tangse hingga Mie Caluek

“Tidak dapat berkomentar,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dilansir dari Katadata.co.id.

Sedangkan Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menyatakan perusahaan terus berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, baik institusi maupun perorangan untuk meningkatkan inklusi dan penetrasi keuangan syariah.

“Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder,” kata Wisnu, dalam keterangan resmi, Rabu (5/6).

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait