Umum

USK dan BP2MI Latih Bahasa Korea bagi Calon Pekerja Migran

Banda Aceh, Infoaceh.net — Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh bersama King Sejong Institute (KSI) Banda Aceh dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berkolaborasi menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Korea bagi calon pekerja migran Indonesia.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi pada 6 Oktober 2025 di Gedung KSI Banda Aceh dan akan berlangsung hingga 8 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Direktorat Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, BP2MI Tahun 2025.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sebanyak 20 peserta dari berbagai daerah di Aceh mengikuti program ini. Mereka berasal dari beragam latar belakang dan akan menjalani pelatihan intensif Bahasa Korea selama lebih dari dua bulan sebagai bekal untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Korea Selatan.

Baca Juga:  Pulihkan Mental Personel, Polda Aceh Hadirkan Rueng Seumangat Presisi

Kepala Office of International Affairs (OIA) USK, Dr. Muzailin Affan, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi setiap peserta untuk meraih kesuksesan dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Muzailin di Banda Aceh, Rabu (8/10/2025).

 

Baca Juga:  Temuan BPK dalam Penganggaran ZIS Baitul Mal Banda Aceh, Pos Belanja Bermasalah Rp16,31 Miliar Kembali Muncul

Program pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman budaya dan etika kerja masyarakat Korea.

Melalui kolaborasi antara USK, KSI Banda Aceh, dan BP2MI, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan para calon pekerja migran dalam menghadapi dunia kerja global.

Selain meningkatkan keterampilan peserta, program ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Syiah Kuala dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan bahasa dan pelatihan internasional yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja masa kini.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait