Aceh Besar, Infoaceh.net — Tiga doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi renungan bagi umat Islam di penghujung Ramadhan 1447 Hijriah.
Pesan spiritual tersebut disampaikan oleh dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Ustaz Dr Hazrullah SPdI MPd dalam khutbah Jum’at di Masjid Baitul Maqfirah, Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jum’at (20/03/2026), yang bertepatan 30 Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam khutbahnya, Ustaz Hazrullah mengajak para jamaah merenungkan makna dari tiga doa yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dan diaminkan oleh Nabi Muhammad.
Menurutnya, peristiwa tersebut mengandung pelajaran yang sangat berharga dan menjadi sarana introspeksi setiap Muslim.
Terlebih lagi ketika bulan Ramadhan hampir berakhir dan kesempatan kita meraih ampunan Allah Swt.
Ustaz Hazrullah menjelaskan, hadits tentang tiga doa Malaikat Jibril tersebut merupakan pengingat bagi umat Islam tidak menyia-nyiakan momentum Ramadhan.
Menurutnya, pesan yang terkandung dalam hadis itu menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk memanfaatkan bulan suci ini sebaik-baiknya dengan meningkatkan kualitas iman dan memperbanyak amal saleh.
Bulan Ramadhan yang penuh maghfirah merupakan waktu sangat istimewa memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan mempererat kedekatan kepada Allah Swt melalui berbagai amal kebajikan.
Karena itu, setiap Muslim diharapkan mampu menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, sehingga keluar dari bulan suci ini sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan memperoleh ampunan Allah Swt.
Doa pertama, kata Ustaz Hazrullah, ditujukan kepada seseorang yang menjumpai bulan Ramadhan tetapi tidak memperoleh ampunan dari Allah Swt
Kondisi tersebut merupakan kerugian yang sangat besar, karena Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh rahmat, maghfirah, dan kesempatan setiap hamba untuk dibebaskan dari siksa api neraka.
Selanjutnya, doa kedua diperuntukkan bagi seseorang yang masih memiliki kedua orang tua atau salah satunya, tetapi tidak mampu berbakti kepada mereka hingga terhalang dari surga.
Ia menegaskan, berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal yang sangat dimuliakan dalam Islam dan menjadi jalan meraih ridha Allah Swt.
Adapun doa ketiga ditujukan kepada orang yang ketika disebut nama Nabi Muhammad saw tidak bershalawat kepada beliau.
Ustaz Hazrullah mengingatkan, memperbanyak shalawat merupakan wujud kecintaan, penghormatan, dan ketaatan kepada Rasulullah SAW yang telah membawa risalah Islam sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Ustaz Hazrullah mengajak umat Islam menjadikan tiga doa tersebut sebagai bahan refleksi di penghujung bulan Ramadhan.
Menurutnya, pesan yang terkandung dalam doa tersebut hendaknya menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk terus memperbaiki diri dan memanfaatkan momentum akhir Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Ustaz Hazrullah berharap umat Islam dapat memperbanyak istighfar, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat bakti kepada orang tua, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad.
Dengan demikian, umat Islam dapat keluar dari bulan suci Ramadhan sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan memperoleh ampunan dari Allah Swt. (Said M. Husen)

















