Aceh Besar, Infoaceh.net – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Aceh memperingati Hari Nelayan 2026 pada Kamis (9/4/2026) melalui rangkaian kegiatan di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara partai politik, pemangku adat laut, dan masyarakat nelayan.
Rangkaian acara dimulai dengan kunjungan silaturahmi ke Kantor Panglima Laot Aceh di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPW PKS Aceh yang diwakili Sekretaris Kasibun Daulay, Bendahara Saifunsyah, serta Kepala Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) Zulfikar Aziz, disambut langsung Ketua Panglima Laot Aceh Miftah Cut Adek, didampingi Wakil Ketua Zaini dan Baharuddin selaku Ketua Panglima Laot Aceh Besar.
Pertemuan berlangsung hangat dan dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk menyerap berbagai aspirasi nelayan.
Sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari tantangan ekonomi, kondisi cuaca, hingga keterbatasan alat tangkap yang masih dihadapi nelayan di lapangan.
Miftah Cut Adek mengapresiasi kehadiran PKS Aceh yang dinilai sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat nelayan.
Ia bahkan menyebut PKS sebagai partai politik pertama yang bersilaturahmi langsung ke kantor Panglima Laot Aceh.
“Kami mengapresiasi kehadiran PKS Aceh yang telah datang dan berdialog langsung dengan kami. Ini menjadi langkah baik dalam membangun komunikasi dengan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kegiatan ke Gampong Baroe, Kecamatan Mesjid Raya.
Di lokasi tersebut, kegiatan diisi dengan berbagai agenda kebersamaan seperti tarek pukat atau penarikan jaring secara gotong royong, pembagian jala kepada kelompok nelayan, serta ramah tamah yang ditutup dengan makan bersama.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Aceh I, Ghufran Zainal Abidin, yang menyalurkan bantuan berupa jaring dan perlengkapan melaut lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mendukung aktivitas nelayan sehari-hari.
Sekretaris DPW PKS Aceh, Kasibun Daulay didampingi Bendahara Saifunsyah menegaskan, peringatan Hari Nelayan tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Nelayan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, perhatian terhadap mereka harus terus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak serta aksi nyata di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya nelayan, agar aspirasi mereka dapat didengar dan diperjuangkan secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala BPPN DPW PKS Aceh, Zulfikar Aziz, menyebutkan bantuan jala yang diberikan merupakan bagian dari upaya pemberdayaan nelayan secara berkelanjutan.
Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus membantu nelayan menghadapi berbagai tantangan, termasuk faktor cuaca dan keterbatasan sarana.
“Kami ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil nelayan, tidak hanya bantuan fisik tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar nelayan semakin mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi lokal seperti tarek pukat yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara seluruh pihak yang terlibat.
Melalui peringatan Hari Nelayan ini, DPW PKS Aceh berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi daerah.


















