Surat Warga

Keseriusan Pemko Banda Aceh Benahi Tata Kota Dipertanyakan

Banda Aceh, Infoaceh.net – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dalam menata dan mengawasi tata kelola perkotaan kembali menjadi sorotan.

Kondisi banjir genangan, jalan rusak, hingga kemacetan akibat ruas jalan sempit dinilai masih menjadi persoalan berulang di ibu kota Provinsi Aceh, sudah bertahun-tahun terjadi namun belum ada solusi.

Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs M Isa Alima, menilai Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan dan wajah utama Aceh seharusnya mampu menampilkan tata kota yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat maupun tamu dari luar daerah.

Menurut Isa, Banda Aceh memiliki posisi strategis sebagai pusat administrasi provinsi yang setiap hari menjadi tujuan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota, bahkan tamu dari luar Aceh.

Namun, kondisi infrastruktur dasar yang masih bermasalah justru menimbulkan kesan kurang baik.

Baca Juga:  Illiza Buka Muswil VIII ICMI Aceh, Dorong Cendekiawan Perkuat Ekonomi Umat

“Banda Aceh adalah miniatur Provinsi Aceh. Semua pusat administrasi berada di sini. Banyak tamu datang dan melihat langsung kondisi kota ini,” kata Isa Alima, di Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai pengawasan pemerintah terhadap tata kota masih belum maksimal. Persoalan drainase yang buruk, jalan berlubang, hingga genangan air saat hujan dinilai menunjukkan lemahnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Isa menyebut, hujan deras dengan intensitas singkat saja kerap menyebabkan sejumlah ruas jalan di Banda Aceh tergenang.

Bahkan di beberapa titik pusat kota, kondisi jalan berubah menyerupai aliran air yang menghambat mobilitas warga dan memicu kemacetan panjang.

“Jalan di Kota Banda Aceh berubah seperti genangan sungai saat hujan deras. Ini tentu sangat memprihatinkan untuk ukuran ibu kota provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Isa juga menyinggung berbagai penghargaan dan sertifikat yang diterima Pemerintah Kota Banda Aceh selama ini. Menurutnya, capaian tersebut seharusnya berbanding lurus dengan kondisi nyata di lapangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Buka Lomba Berhitung Fakultas Teknik, Afdhal: Hari Ini Berlomba, Esok Membangun Negeri

“Bagaimana bisa mendapatkan banyak penghargaan, sementara masyarakat masih mempertanyakan indikator keberhasilannya? Merawat fasilitas yang sudah ada saja masih belum maksimal,” katanya.

Karena itu, Isa meminta Pemko Banda Aceh lebih serius membenahi infrastruktur perkotaan, khususnya sistem drainase, penataan jalan, dan pengawasan pembangunan agar persoalan banjir serta kemacetan tidak terus berulang setiap musim hujan.

Ia menegaskan masyarakat membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar seremoni atau pencitraan.

“Kita meminta keseriusan Pemko Banda Aceh. Kota ini harus menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Aceh, bukan justru memperlihatkan wajah penuh persoalan setiap kali hujan turun,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait