Surat Warga

Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng Sembelih 12 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H

Banda Aceh, Infoaceh.net – Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Masjid Jamik Baitusshalihin Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, sukses melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban pada Kamis pagi, 28 Mei 2026.

​Kegiatan yang berpusat di halaman masjid tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Suasana penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan syiar Islam begitu terasa seiring dengan hadirnya para panitia kurban, jajaran pengurus masjid, serta warga sekitar yang ikut berpartisipasi aktif.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

​Pada tahun ini, panitia kurban Masjid Jamik Baitusshalihin berhasil mengumpulkan dan menyembelih sebanyak 12 ekor hewan kurban, yang terdiri dari: 9 ekor sapi dan ​3 ekor kambing.

​Ketua Panitia Kurban Masjid Jamik Baitusshalihin, Ustaz Zulfikar SE MSi, menyampaikan daging kurban selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Secara keseluruhan, total daging yang dibagikan mencapai 800 tumpuk lebih.

Baca Juga:  HIV di Banda Aceh Capai 942 Kasus, Meningkat 94 Kali Lipat

​Ustaz Zulfikar merincikan penerima daging kurban tahun ini tersebar di sejumlah gampong (desa) dan lembaga keagamaan di dalam wilayah Kecamatan Ulee Kareng, antara lain:

​Jamaah Masjid Baitusshalihin, Warga Gampong Ceurih, Gampong Lam Glumpang, Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Pengurus TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an), Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Baitusshalihin, Pengurus BKM dan remaja masjid serta warga sekitar dan lingkungan terdekat.

​“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan dengan sangat lancar. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah dan pekurban yang telah mempercayakan ibadah kurbannya kepada kami. Semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda,” ujar Ustaz Zulfikar.

​Proses pembagian daging dilakukan secara tertib menggunakan sistem kupon yang telah didistribusikan sebelumnya oleh panitia, guna menghindari antrean panjang dan memastikan seluruh bantuan tepat sasaran.

​Kegiatan kurban ini tidak sekadar menjadi sarana ibadah dan bentuk pengorbanan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjelma sebagai wadah gotong royong dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Baca Juga:  Illiza Buka Muswil VIII ICMI Aceh, Dorong Cendekiawan Perkuat Ekonomi Umat

Masyarakat lintas generasi—termasuk para pemuda dan remaja masjid—terlihat sangat antusias saling bahu-membahu sejak proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, hingga pengemasan ke dalam tumpukan-tumpukan rapi.

​”Insya Allah, untuk tahun-tahun ke depan, kita berharap kegiatan ini dapat terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kita, solidaritas umat, sekaligus ikhtiar untuk terus melestarikan syiar Islam di tengah masyarakat Ulee Kareng,” pungkas Ustaz Zulfikar.

​Melalui momentum Idul Adha 1447 H, masyarakat Ulee Kareng kembali membuktikan bahwa nilai-nilai pengorbanan bukan hanya sebatas ritual keagamaan, melainkan juga sebuah aksi nyata dalam membangun kepedulian sosial, berbagi rezeki, dan memperkuat ikatan kekeluargaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait