Umum

Pengungsi Masih Menunggu Huntap, Anggaran Pakaian Dinas di Bireuen Tembus Ratusan Juta

Bireuen, Infoaceh.net – Di tengah masih panjangnya proses pemulihan pascabencana dan harapan sebagian warga terdampak untuk segera memperoleh hunian tetap (huntap) yang layak, data realisasi pengadaan Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun Anggaran 2026 memperlihatkan adanya alokasi anggaran ratusan juta rupiah untuk berbagai jenis pakaian dinas dan pakaian resmi pejabat daerah.

Berdasarkan data realisasi pengadaan melalui E-Katalog 6.0 per 1 April 2026, sejumlah paket pengadaan pakaian tercatat masih berstatus on process dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Salah satu paket bernilai terbesar adalah Belanja Pakaian Sipil Resmi (PSR) pada Sekretariat DPRK Bireuen dengan nilai Rp139.971.000 yang dikerjakan penyedia Fashion Jaya.

Selain itu terdapat paket Belanja Pakaian Dinas KDH dan WKDH pada Sekretariat Daerah senilai Rp129.852.240, juga melalui penyedia yang sama.

Di lembaga legislatif daerah, anggaran pakaian kembali muncul melalui paket Belanja Pakaian Adat Daerah dengan nilai Rp103.785.000.

Baca Juga:  Kejari Aceh Besar Setor Rp2,6 Miliar Uang Pengganti Korupsi

Sementara pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terdapat paket Belanja Pakaian Pelatihan Kerja senilai Rp10.016.640.

Jika dijumlahkan, empat paket yang teridentifikasi dalam data awal tersebut mencapai Rp383.624.880.

Angka tersebut muncul di tengah berbagai kebutuhan pemulihan pascabencana yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Sejumlah warga terdampak bencana sebelumnya masih menantikan kepastian pembangunan dan penyediaan hunian tetap, sementara sebagian lainnya masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi keluarga pascakejadian bencana.

Data pengadaan tidak menunjukkan adanya pelanggaran karena seluruh paket tercatat melalui mekanisme pengadaan yang berlaku.

Namun, dari perspektif prioritas anggaran publik, muncul pertanyaan mengenai keseimbangan antara kebutuhan administrasi pemerintahan dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Dalam situasi pemulihan pascabencana, setiap alokasi anggaran pemerintah umumnya menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan efektivitas penggunaan uang rakyat.

Terlebih ketika masyarakat masih menunggu penyelesaian program rehabilitasi dan rekonstruksi yang menyentuh kebutuhan mendasar seperti rumah, infrastruktur lingkungan, dan pemulihan ekonomi.

Baca Juga:  Polemik Pembatalan Kontrak Alkes Diabaikan, Pejabat Pemko Sabang Bungkam soal Status Barang

Hingga berita ini ditulis, data realisasi pengadaan hanya menunjukkan rincian paket dan nilai kontrak tanpa menjelaskan keterkaitannya dengan program pemulihan pascabencana maupun urgensi masing-masing pengadaan pakaian tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bireuen memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan kepada publik mengenai dasar kebutuhan, urgensi, serta skala prioritas dari pengadaan tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan pascabencana.

 

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data realisasi pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun Anggaran 2026 yang tersedia pada sistem pengadaan pemerintah. Informasi yang disajikan bertujuan untuk kepentingan transparansi dan pengawasan publik. Tidak terdapat tuduhan pelanggaran hukum terhadap pihak mana pun. Apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi dari instansi terkait, redaksi akan memuatnya secara proporsional sesuai prinsip keberimbangan.
image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait