Banda Aceh, Infoaceh.net – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan di ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 kembali bertambah.
Setelah menjalani perawatan intensif selama hampir dua pekan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, seorang taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh Besar, Muhammad Bilal Ramzi, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) malam.
Korban yang merupakan Taruna DP-IV Teknika Pembentukan Gelombang I Poltekpel Malahayati Aceh tersebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.30 WIB akibat luka bakar serius yang dideritanya pascaledakan.
Dengan meninggalnya Muhammad Bilal Ramzi, total korban meninggal dunia akibat insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2 kini menjadi dua orang dari total 15 korban yang sebelumnya mengalami luka-luka.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, membenarkan kabar duka tersebut.
Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu korban terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2.
“PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Muhammad Bilal Ramzi, salah satu korban terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2,” kata Andri dalam keterangannya, Kamis malam.
Menurut Andri, sejak hari pertama kejadian, pendampingan terhadap korban beserta keluarga menjadi perhatian utama perusahaan. ASDP terus berkoordinasi dengan keluarga korban, pihak rumah sakit, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi dengan baik.
“Atas nama manajemen dan seluruh insan ASDP, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan duka yang mendalam bagi kami. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Andri menegaskan, ASDP akan terus memberikan dukungan kepada para korban lain yang masih menjalani proses pemulihan. Menurutnya, keselamatan penumpang, pengguna jasa, dan seluruh pekerja di lingkungan operasional ASDP merupakan prioritas utama perusahaan.
Ia mengatakan, setiap perkembangan terkait insiden tersebut menjadi perhatian serius manajemen sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan operasional di masa mendatang.
Selain itu, ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis RSUDZA, Pemerintah Aceh, aparat terkait, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan korban sejak insiden terjadi.
Perusahaan, lanjut Andri, tetap mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung guna mengungkap penyebab pasti ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2.
“ASDP berkomitmen melakukan evaluasi secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat aspek keselamatan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Andri.
Sebelumnya, ledakan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026). Saat insiden terjadi, seluruh penumpang dilaporkan telah turun dari kapal.
Ledakan tersebut menyebabkan 14 taruna Poltekpel Malahayati Aceh dan seorang kepala kamar mesin mengalami luka bakar sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUDZA Banda Aceh.
Sebelum Muhammad Bilal Ramzi, korban pertama yang meninggal dunia akibat insiden tersebut adalah Fakhri Herdieco, taruna Poltekpel Malahayati asal Binjai, Sumatera Utara, yang meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) malam sekitar pukul 22.55 WIB.
Hingga kini, proses investigasi terkait penyebab ledakan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

















