Olahraga

Mesir Cetak Sejarah Lolos ke 16 Besar Usai Menang Adu Penalti Lawan Australia

Dallas, Infoaceh.net – Timnas Mesir sukses mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka. The Pharaohs berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Kepastian ini didapat setelah Mesir menundukkan Australia lewat drama adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Dallas (AT&T Stadium), Texas, pada Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit laga babak 32 besar tersebut berlangsung.

Babak Pertama: Dominasi dan Keunggulan Cepat Mesir

Mesir langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya, skuad asuhan Hossam Hassan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-13.

Gelandang Emam Ashour sukses menggetarkan jala gawang Australia melalui sundulan terarah. Gol ini tercipta setelah memanfaatkan umpan silang akurat yang dikirimkan oleh bek sayap Karim Hafez.

Setelah unggul, Mesir terus mengurung pertahanan Australia dengan penguasaan bola mencapai 58%. Beberapa peluang sempat tercipta melalui pergerakan sang kapten, Mohamed Salah, dan penyerang Omar Marmoush. Namun, lini pertahanan Australia yang dipimpin Harry Souttar tampil solid untuk mencegah gol tambahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Gol Bunuh Diri Ubah Jalannya Laga

Memasuki paruh kedua, Australia mencoba bangkit keluar dari tekanan. Pelatih Socceroos, Tony Popovic, melakukan penyesuaian taktik yang membuat permainan anak asuhnya lebih agresif.

Baca Juga:  Pangdam IM Buka Turnamen Tenis Piala Panglima TNI, Diikuti 24 Tim

Petaka bagi Mesir datang pada menit ke-55. Berawal dari skema tendangan bebas yang dieksekusi oleh gelandang Australia, Aiden O’Neill, bola mengarah deras ke kotak penalti.

Bek kanan Mesir, Mohamed Hany, yang berniat menghalau bola justru melakukan kesalahan antisipasi. Sundulannya malah bersarang ke dalam gawang sendiri yang dikawal kiper Mostafa Shobeir. Skor berubah menjadi 1-1.

Kedudukan seimbang membuat pertandingan berjalan semakin sengit. Mesir sejatinya memiliki peluang emas ketika Omar Marmoush lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan kiper. Sayang, sepakannya melebar.

Di ujung babak kedua, kiper Australia Patrick Beach juga melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan tajam Ramy Rabia. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit.

Pada fase ini, kedua tim tampak kelelahan dan bermain lebih berhati-hati sehingga tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Drama Adu Penalti: Mat Ryan Gagal Jadi Pahlawan

Menjelang babak perpanjangan waktu berakhir, Tony Popovic melakukan perjudian dengan memasukkan kiper veteran Mathew Ryan khusus untuk menghadapi adu penalti. Namun, strategi yang meniru aksi legendaris Andrew Redmayne tersebut gagal membuahkan hasil.

Baca Juga:  Persiraja Tekuk RANS FC 2-1 pada Laga Uji Coba di Banda Aceh 

Empat eksekutor pertama Mesir tampil sangat tenang dan sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Mereka adalah: Mahmoud Saber (pemain pengganti yang masuk di menit akhir ekstra), Ramy Rabia, Mohamed Salah dan Hossam Abdelmaguid

Di kubu Australia, mental para pemain tampak goyah. Penendang kedua mereka, Harry Souttar, melihat tembakannya melambung jauh di atas mistar.

Harapan Australia kian menipis setelah eksekusi dari Lucas Herrington membentur tiang gawang. Mesir pun menyudahi perlawanan Australia dengan keunggulan penalti 4-2.

Catatan Bersejarah dan Lawan Berikutnya
Kemenangan ini memutus rekor buruk Mesir yang tidak pernah lolos dari fase grup pada tiga partisipasi Piala Dunia sebelumnya (1934, 1990, dan 2018).

Keberhasilan menembus babak 16 besar langsung disambut perayaan emosional oleh Mohamed Salah dan kawan-kawan di lapangan.

Sebaliknya bagi Australia, kekalahan tragis ini memperpanjang kutukan mereka di fase gugur turnamen akbar. Socceroos tercatat selalu langsung tumbang setiap kali berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia (2006 kalah dari Italia, 2022 kalah dari Argentina, dan 2026 kalah dari Mesir).

Dengan hasil ini, wakil Asia di turnamen dipastikan berkurang, sementara Mesir melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi juara bertahan Argentina.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait