Aceh

Afdhal: Banda Aceh Tak Boleh Kehilangan Jati Diri, Kader Ulama Harus Siap Hadapi Era Digital

Banda Aceh, Infoaceh.net – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kekuatan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam menjadi fondasi utama untuk menjaga arah pembangunan Banda Aceh di masa depan.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Penegasan tersebut disampaikan Afdhal saat membuka Pendidikan Kader Ulama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang mengusung tema Membangun Kader Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah di Era Digitalisasi di Diana Convention Hall, Selasa (7/7/2026).

Di hadapan peserta yang berasal dari kalangan guru dayah dan alumni dayah, Afdhal mengatakan Banda Aceh memiliki karakter dan kekhususan yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

Karena itu, pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan penguatan syariat Islam serta pembinaan generasi penerus yang memiliki kapasitas keilmuan dan akhlak.

Baca Juga:  Mobil Klinik FDP Mulai Antar-Jemput Pasien RSUDZA, Prioritaskan Warga Terkendala Transportasi

Menurutnya, tantangan era digital menuntut hadirnya kader-kader ulama yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan bimbingan kepada masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman.

“Pembangunan kota harus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Kemajuan tidak boleh menghilangkan identitas Banda Aceh sebagai kota yang menjunjung tinggi syariat Islam,” ujar Afdhal.

Ia menambahkan, estafet keilmuan Islam harus terus dijaga agar tidak terputus dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pemerintah Kota Banda Aceh, kata dia, berkomitmen mendukung berbagai program yang memperkuat kapasitas ulama dan lembaga keagamaan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk. Syibral Malasyi, mengatakan pelaksanaan Pendidikan Kader Ulama merupakan bagian dari amanat yang dijalankan MPU berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Baca Juga:  Sampai 31 Oktober Saja, Warga Banda Aceh Bisa Nikmati Diskon PBB hingga 75 Persen

Program tersebut juga menjadi upaya mencetak kader ulama yang mampu melanjutkan peran lembaga dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Sekretariat MPU Kota Banda Aceh, Alizar, menjelaskan kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026.

Sebanyak 40 peserta yang berasal dari guru dayah dan alumni dayah di Kota Banda Aceh mengikuti rangkaian pendidikan yang menghadirkan ulama, akademisi, dan intelektual muslim sebagai pemateri.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga akan mengikuti orientasi lapangan ke Dayah Darul Abrar di Calang, Kabupaten Aceh Jaya, sebagai bagian dari penguatan wawasan dan pengalaman lapangan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait