Pendidikan

Juara Tingkat Provinsi, SMAN 2 Banda Aceh Jadi Wakil Aceh di Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI

Banda Aceh, Infoaceh.net – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Sebanyak 10 siswa sekolah tersebut berhasil menjadi pemenang Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat Provinsi Aceh dan berhak melaju ke Grand Final tingkat nasional.

Sepuluh siswa yang akan mewakili Aceh di tingkat nasional tersebut masing-masing Aslan Sagusta Putra, Muhammad Zaghlul Rizky Hasibuan, Fasya Elfariez, Recha Anggreani Fauzan, Misha Fathia, Syalsa Billa Azira T, Selsy Adilla Azira T, Naila, Anjani Sakhi Azaria Syahla, dan Annora Sasikirana.

Mereka selanjutnya akan berkompetisi dalam Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat nasional bersama 37 SMA lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun.

Ia menerima kedatangan para siswa bersama Kepala SMA Negeri 2 Banda Aceh, Dr Herlina Dewi, sejumlah guru, serta jajaran Dinas Pendidikan Aceh di ruang rapat Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (11/8/2026).

“Selamat ya. Persiapkan diri dengan baik untuk meraih yang terbaik pada tingkat nasional,” ujar Nasir.

Para siswa tersebut hadir ke Kantor Gubernur Aceh didampingi Kepala SMA Negeri 2 Banda Aceh Herlina Dewi dan sejumlah guru.

Mereka mendapat fasilitasi dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin serta Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh Syarwan Joni.

Baca Juga:  Prof T Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Turut hadir dalam pertemuan tersebut para dewan juri LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh, yakni Prof Dr Syafrizal Abbas, Dr M Yasir Putra Utama, dan Dr Nurlis Effendi.

Untuk memaksimalkan persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional, Sekda Aceh meminta Dinas Pendidikan Aceh dan pihak sekolah memberikan perhatian penuh kepada para siswa.

Nasir bahkan meminta agar 10 siswa tersebut menjalani karantina atau Training Center selama masa persiapan.

“Mereka harus digembleng dan masuk karantina. Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit,” tegasnya.

Menurut Nasir, persiapan yang matang menjadi faktor penting agar para siswa mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga memastikan kebutuhan anggaran selama masa persiapan akan diperhatikan Pemerintah Aceh.

“Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh (Murthalamuddin) yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya nggak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan,” katanya.

Nasir menargetkan para siswa mengikuti Training Center selama satu pekan. Dengan waktu persiapan sekitar 10 hari, ia meminta seluruh proses pembinaan dilakukan secara maksimal.

“Mereka wajib masuk Training Center selama sepekan. Kita punya waktu 10 hari. Selama kompetisi, mereka harus disiapkan. Tidak ada kompetisi tanpa persiapan. Jadi harus disiapkan sehingga kompetitif,” ujarnya.

Baca Juga:  STIS Al-Aziziyah Sabang Wisuda 54 Sarjana, Abu Mudi Tekankan Tanggung Jawab Amalkan Ilmu

Ia juga menyatakan akan hadir langsung memberikan dukungan kepada para siswa ketika mengikuti Grand Final tingkat nasional.

“Nanti masuk final tingkat nasional, kami datang untuk menyaksikan dan memberi semangat,” kata Nasir.

Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada Sekda Aceh atas perhatian yang diberikan kepada para siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para siswa untuk menghadapi kompetisi nasional.

“Kami, di Dinas Pendidikan Aceh tentu wajib menjalankan amanah Pak Sekda. Bagaimana pun para siswa ini perlu diberi perhatian yang terbaik agar mereka dapat berkompetisi dengan bagus,” ujar Murthalamuddin.

Kepala SMA Negeri 2 Banda Aceh Herlina Dewi mengaku bersyukur atas apresiasi dan dukungan yang diberikan Pemerintah Aceh.

Ia berharap perhatian tersebut semakin memotivasi para siswa untuk memberikan hasil terbaik bagi Aceh di tingkat nasional.

“Baru kali ini kami mendapat apresiasi seperti ini. Kami akan berusaha keras untuk dapat berkompetisi dengan baik nanti,” kata Herlina.

Keberhasilan SMAN 2 Banda Aceh melaju ke Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga membawa nama Aceh semakin harum di tingkat nasional.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait