BANDA ACEH, Infoaceh.net — Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Aceh (PEMA) Faisal Ilyas melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Polda Aceh dan bertemu langsung dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Aceh tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan sinergi antara perusahaan milik Pemerintah Aceh dengan institusi kepolisian, khususnya dalam mendukung terciptanya iklim usaha yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam kunjungan tersebut, Faisal Ilyas didampingi Direktur Umum dan Keuangan PT PEMA Muhammad Nur serta Sekretaris Perusahaan PEMA Reza Hendra Putra.
Sementara Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan didampingi Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol Said Anna Fauza, Kepala Biro (Karo) SDM Polda Aceh Kombes Pol Ricky Purnama Kertapati serta Dirpamobvit Polda Aceh Kombes Pol Aries Setyo Budi.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi kelembagaan antara Polda Aceh dan PT PEMA.
Sinergi tersebut dinilai penting mengingat keberadaan dunia usaha tidak dapat dipisahkan dari faktor keamanan dan stabilitas daerah.
Kapolda Aceh mengatakan, kondisi keamanan yang terjaga merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin kelancaran aktivitas usaha sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan di Aceh.
“Silaturahmi ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Polda Aceh dengan PT PEMA. Keamanan dan stabilitas daerah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas usaha dan pembangunan,” kata Irjen Ruddi.
Menurutnya, Polda Aceh terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen strategis di daerah.
Komunikasi tersebut diperlukan agar setiap potensi persoalan yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, maupun aktivitas usaha dapat dikelola secara baik melalui koordinasi dan komunikasi yang konstruktif.
Ruddi menegaskan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, badan usaha, dan pemangku kepentingan lainnya merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, serta kondusif.
Dengan kondisi daerah yang stabil, aktivitas ekonomi dan pembangunan diharapkan dapat berjalan secara optimal tanpa terganggu oleh berbagai persoalan yang berpotensi menghambat kegiatan investasi maupun operasional perusahaan.
“Polda Aceh tentunya mendukung terciptanya iklim investasi dan dunia usaha yang sehat di Aceh. Untuk itu, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak akan terus kita perkuat,” ujarnya.
Kapolda menilai PT PEMA memiliki posisi strategis dalam konteks pembangunan ekonomi Aceh. Sebagai salah satu badan usaha milik Pemerintah Aceh, PT PEMA memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan berbagai potensi daerah yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Peran tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi, mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.
Karena itu, keberadaan iklim usaha yang sehat menjadi salah satu kebutuhan penting agar berbagai potensi ekonomi Aceh dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, komunikasi antara dunia usaha dan aparat keamanan juga dinilai penting dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang dapat muncul dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan, baik yang berkaitan dengan keamanan, kepatuhan terhadap aturan, maupun dinamika sosial di lapangan.
Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pertemuan Polda Aceh dan PT PEMA tersebut juga memperlihatkan pentingnya kepatuhan hukum dalam menjalankan kegiatan usaha.
Hal itu sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam publikasi PT PEMA mengenai penguatan kemitraan strategis bersama Polda Aceh, terutama dalam memperkuat pemahaman dan penerapan aspek hukum serta kepatuhan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan perusahaan.
Faisal Ilyas mengatakan, bagi PT PEMA penguatan tata kelola dan kepatuhan hukum menjadi bagian penting dalam menjalankan peran sebagai perusahaan milik Pemerintah Aceh.
Tata kelola yang baik diperlukan untuk memastikan setiap kegiatan perusahaan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi.
Sinergi dengan aparat penegak hukum juga diharapkan dapat memperkuat pemahaman perusahaan terhadap berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Aceh.
Ditambahkan, pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan investasi, tetapi juga membutuhkan rasa aman dan kepastian dalam menjalankan berbagai aktivitas ekonomi.
“Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, kita berharap berbagai potensi yang dimiliki Aceh dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari penguatan hubungan kelembagaan antara Polda Aceh dan PT PEMA. Komunikasi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi dapat dilanjutkan melalui koordinasi dan kolaborasi yang konkret sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Bagi Aceh, penguatan hubungan antara institusi keamanan dan dunia usaha menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengoptimalkan potensi sumber daya daerah.
Dengan keamanan yang terjaga, kepastian hukum yang semakin kuat, serta tata kelola perusahaan yang baik, berbagai kegiatan investasi dan pembangunan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.
PT PEMA sendiri sebagai salah satu instrumen ekonomi Pemerintah Aceh diharapkan mampu terus memperkuat profesionalisme, tata kelola, kepatuhan, dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Sementara Polda Aceh berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak yang memiliki peran strategis dalam pembangunan Aceh.

















