ACEH BESAR, Infoaceh.net — Pasokan semen di Aceh mulai berangsur stabil setelah mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan sepanjang 2026, terutama pada Juli.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mengoptimalkan kapasitas produksi dan memperkuat distribusi untuk memastikan kebutuhan masyarakat serta pelaku pembangunan di Aceh tetap terpenuhi.
Lonjakan kebutuhan semen terjadi seiring meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pascabencana. Kondisi tersebut membuat penyerapan stok di sejumlah titik distribusi berlangsung lebih cepat.
SIG merespons peningkatan permintaan dengan memaksimalkan fasilitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan packing plant PT Semen Padang di Malahayati.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan perusahaan terus melakukan penyesuaian pasokan berdasarkan perkembangan permintaan di lapangan.
“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati. Sebagai wujud sinergi dalam SIG Group, PT Semen Padang juga mengirimkan tambahan pasokan semen untuk mendukung ketersediaan stok di Aceh,” kata Vita, Rabu (26/8/2026).
Menurut Vita, sinergi antarfasilitas produksi menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan semen di Aceh. Tambahan pasokan dari jaringan SIG Group dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar ketika permintaan mengalami peningkatan.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, SIG memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi semen berlangsung tertib, efektif dan efisien hingga ke tingkat konsumen.
Perusahaan melakukan pemantauan secara rutin terhadap ketersediaan stok dan aktivitas distribusi di berbagai wilayah. Evaluasi dilakukan setiap hari sebagai dasar untuk menentukan penyesuaian pasokan sesuai perkembangan kebutuhan pasar.
SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kelancaran distribusi.
Vita mengingatkan seluruh mitra penyalur agar mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab. Hal ini dinilai penting agar produk dapat diterima konsumen secara merata dan harga eceran di tingkat toko tetap terkendali.
“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga,” tegas Vita.
Ia meminta jaringan distributor mengelola distribusi dengan efektif dan efisien sehingga harga semen tetap terjangkau bagi masyarakat.
Meningkatnya permintaan semen juga dirasakan langsung oleh distributor mitra SIG di Aceh.
Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, mengatakan permintaan semen meningkat seiring pesatnya pembangunan infrastruktur serta aktivitas perbaikan rumah masyarakat setelah bencana.
Menurut Emy, lonjakan permintaan paling terasa pada pertengahan hingga akhir Juli 2026. Tingginya kebutuhan bahkan sempat membuat kendaraan pengangkut semen mengantre di pabrik.
“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik,” ujar Emy.
Namun, kondisi tersebut kini mulai terkendali. Emy menyebut pasokan semen sudah kembali berjalan lancar dan datang secara rutin setiap hari.
“Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang,” katanya.
Meski pasokan telah kembali stabil, tingginya permintaan membuat semen yang tiba di distributor langsung disalurkan kepada konsumen.
“Karena memang permintaan sedang naik, ketika barang datang langsung kami distribusikan,” ujar Emy.
Dapat Tambahan Pasokan dari Sumbar
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar, PT Wadah Suci memperoleh tambahan pasokan semen dari jaringan SIG Group.
Selain berasal dari fasilitas produksi SIG di Aceh, tambahan pasokan juga dikirim dari Pabrik Indarung milik PT Semen Padang di Sumatera Barat.
Emy menyambut positif langkah SIG Group dalam merespons peningkatan kebutuhan semen di Aceh. Menurutnya, dukungan tambahan pasokan tersebut membantu distributor menjaga ketersediaan produk di tengah tingginya permintaan.
“Terima kasih banyak SIG Group yang telah berupaya maksimal untuk memulihkan pasokan semen di Aceh. Alhamdulillah sekarang kondisi sudah berangsur terkendali dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Pasokan Mulai Normal
Hal senada disampaikan General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana. Ia mengatakan peningkatan permintaan semen di Aceh sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal tahun.
Namun, kondisi tersebut mencapai puncaknya pada Juli 2026.
“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman. Dari pihak pabrik juga sudah mengelola dengan baik sehingga lebih teratur,” kata Agam.
Menurutnya, penataan yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas membuat distribusi semen menjadi lebih lancar dan teratur.
“Saya lihat pabrik sudah sangat maksimal. Saya sangat berterima kasih,” ujarnya.
Agam berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan. Menurutnya, kepastian pasokan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kestabilan harga semen di tingkat konsumen.
“Ke depannya saya berharap pihak perusahaan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga juga dapat stabil,” katanya.
SIG Pastikan Pasokan Terjaga
SIG memastikan penguatan produksi dan distribusi akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan permintaan semen di Aceh.
Fasilitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe menjadi bagian utama dalam memenuhi kebutuhan pasar Aceh. Dukungan juga diberikan melalui fasilitas PT Semen Padang, termasuk packing plant di Malahayati serta tambahan pasokan dari Pabrik Indarung.
Pola sinergi tersebut memungkinkan pasokan dari wilayah lain dikerahkan ketika kebutuhan di Aceh meningkat.
SIG juga akan terus memantau perkembangan stok dan permintaan di berbagai wilayah. Koordinasi dengan distributor dan mitra logistik diperkuat agar distribusi dapat dilakukan secara tepat dan tidak terjadi ketimpangan pasokan.
Bagi Aceh, ketersediaan semen menjadi semakin penting di tengah berlangsungnya pembangunan dan pemulihan pascabencana. Material konstruksi tersebut dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur, perbaikan rumah masyarakat serta berbagai kegiatan konstruksi lainnya.
Dengan pasokan yang kini mulai berangsur stabil, SIG berharap kebutuhan masyarakat dan pelaku pembangunan di Aceh dapat terus terpenuhi.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mendorong jaringan penyalur agar memastikan harga di tingkat konsumen tetap terkendali.


















