KUALASIMPANG, Infoaceh.net — Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Prof Dr Muhammad AR MEd meminta jajaran pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Aceh Tamiang memperluas gerakan dakwah hingga ke pelosok daerah.
Pesan tersebut disampaikan Prof Muhammad AR saat melantik Pengurus Dewan Dakwah Aceh Tamiang periode 2026-2031 di Aula Masjid Istiqamah, Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (27/8/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Muhammad Dahlan, MKom.I dipercaya memimpin Dewan Dakwah Aceh Tamiang sebagai ketua untuk periode 2026-2031. Sementara Sahal MA dipercaya sebagai Sekretaris Umum dan Samsir SAg sebagai Bendahara.
Kepengurusan juga diperkuat sejumlah biro yang akan menjalankan program sesuai bidang masing-masing.
Dalam arahannya, Prof Muhammad AR menegaskan bahwa dakwah tidak boleh berhenti di pusat-pusat perkotaan. Menurutnya, masyarakat di pelosok juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai moral.
“Terus tebarkan dakwah sampai ke pelosok-pelosok. Selama cahaya matahari masih sampai ke daerah tersebut, maka kita harus terus bergerak menyampaikan dakwah ke tempat itu,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan dai dan kegiatan pembinaan umat harus mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, Dewan Dakwah Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan secara administratif, tetapi membangun gerakan yang benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Selain memperluas wilayah dakwah, Prof. Muhammad AR juga meminta pengurus melibatkan perempuan dalam berbagai aktivitas dakwah.
Menurutnya, perempuan mempunyai posisi strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat. Keterlibatan perempuan karena itu tidak boleh dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari keberhasilan gerakan dakwah.
“Libatkan perempuan dalam dakwah. Kalau perempuan tidak dilibatkan, dakwah tidak akan berjalan dengan baik. Kita dapat melihat bagaimana peran Khadijah dalam mendukung dakwah Rasulullah,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan amanah organisasi.
Menurutnya, jalan dakwah membutuhkan kesungguhan, kerja keras, konsistensi dan pengorbanan. Tantangan yang dihadapi para dai tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan gerakan pembinaan umat.
“Dakwah memang berat. Namun, jika kita menolong agama Allah, yakinlah Allah juga akan menolong kita,” pesannya.
Ketua Dewan Dakwah Aceh Tamiang, Muhammad Dahlan, mengatakan Aceh Tamiang memiliki banyak potensi pelaku dakwah. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terorganisir dalam sebuah gerakan yang terarah.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu menjadi wadah untuk menyatukan dan menggerakkan potensi tersebut.
“Dakwah di Tamiang sangat banyak, tetapi belum terorganisir dengan baik. Karena itu, kita membutuhkan pengorbanan seluruh pengurus, baik waktu, tenaga maupun harta, untuk bersama-sama memperjuangkan dakwah melalui organisasi ini,” ujarnya.
Dahlan mengatakan Dewan Dakwah Aceh Tamiang akan berupaya membangun gerakan dakwah yang lebih terarah, terorganisir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, organisasi membutuhkan kerja bersama seluruh pengurus serta dukungan ulama, pemerintah dan masyarakat agar berbagai program dakwah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syubun Anwar, mengajak Dewan Dakwah memperkuat peran dakwah dalam membangun kembali akhlak dan moral generasi muda serta masyarakat.
Ia juga mendorong Dewan Dakwah bersama ulama dan seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali salat berjamaah di masjid.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan umat dan pembentukan karakter masyarakat.
“Masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan umat dan tempat membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Syubun Anwar juga mengapresiasi kepedulian Dewan Dakwah Aceh terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Salah satunya melalui bantuan yang sebelumnya disalurkan kepada warga yang terdampak banjir.
Ia berharap kepedulian tersebut terus dilanjutkan melalui program-program sosial dan pembinaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Pelantikan Pengurus Dewan Dakwah Aceh Tamiang periode 2026-2031 turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama, Dinas Syariat Islam, Dinas Pendidikan Dayah, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Baitul Mal, Majelis Adat, sejumlah organisasi masyarakat Islam, Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Langsa serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan pengurus serta pemaparan profil, visi, misi dan peran Dewan Dakwah dalam membangun gerakan dakwah yang lebih terorganisir di Aceh Tamiang.
Kepengurusan periode 2026-2031 diharapkan mampu menerjemahkan amanah tersebut ke dalam program konkret, terutama dalam memperluas jangkauan dakwah, memperkuat pembinaan generasi muda, mengoptimalkan peran perempuan serta menghadirkan dakwah yang dekat dengan persoalan kehidupan masyarakat.


















