Pendidikan

USK Bantu UTU Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh memperkuat dukungannya terhadap Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat dalam mempercepat proses pembukaan Fakultas Kedokteran.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor USK Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA dan Rektor UTU Prof Dr Nyak Amir SPd MPd di Ruang Balai Senat USK Banda Aceh, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Kerja sama kedua perguruan tinggi tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta dukungan terhadap proses pembukaan Fakultas Kedokteran UTU.

Rektor UTU Prof Dr Nyak Amir menyampaikan apresiasi kepada USK, khususnya Fakultas Kedokteran USK, yang bersedia memberikan dukungan dalam mempersiapkan pembukaan program pendidikan kedokteran di UTU.

Menurut Nyak Amir, salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut adalah pemberian pembekalan kepada tenaga kependidikan dan laboran UTU.

“Kerja sama ini sangat penting bagi UTU dalam proses membuka Fakultas Kedokteran. Salah satu bentuk konkret dalam waktu dekat adalah 17 tenaga kependidikan dan laboran kami akan mendapatkan pembekalan di Fakultas Kedokteran USK untuk belajar dan mengikuti pelatihan,” ujar Nyak Amir.

Ia menjelaskan, proses persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran UTU telah berlangsung hampir tiga tahun. Pengajuan tersebut juga telah disampaikan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).

Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat sebelum proses tersebut dapat berjalan lebih jauh. Salah satunya berkaitan dengan kesiapan bidang biomedik dan anatomi.

Nyak Amir menilai pengalaman USK dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran menjadi modal penting bagi UTU untuk memperkuat berbagai persyaratan dan kesiapan kelembagaan.

“Sebagai salah satu universitas yang relatif muda di Aceh, tentu kami terus meningkatkan proses pembentukan dan pengembangan institusi. Kami menyadari untuk membentuk laboratorium yang modern membutuhkan dukungan dari USK sebagai mitra yang sangat berpengalaman,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas tenaga kependidikan dan laboran, UTU juga berharap kolaborasi tersebut dapat membantu pengembangan sarana dan prasarana pendidikan kedokteran, termasuk kesiapan laboratorium yang modern.

Nyak Amir mengatakan hubungan antara USK dan UTU bukan merupakan kerja sama yang baru. Kedua perguruan tinggi telah menjalin hubungan sejak awal berdirinya UTU dan terus mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi.

Karena itu, penandatanganan MoU tersebut dinilai sebagai penguatan sekaligus kelanjutan dari kerja sama yang telah berjalan.

Rektor USK Prof Mirza Tabrani menegaskan, MoU tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata.

Ia berharap kesepakatan yang telah ditandatangani segera diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

“Kita berharap kerja sama ini bisa ditindaklanjuti secepat mungkin. Payung hukum yang kita buat harus menghasilkan sesuatu. Tujuan kerja sama adalah hasil dan dampak dari karya serta buah kerja sama yang kita lakukan,” ujar Mirza.

USK, kata Mirza, siap memberikan dukungan sesuai kapasitas dan pengalaman yang dimiliki, termasuk dalam membantu UTU mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan institusi pendidikan kedokteran membutuhkan kesiapan yang matang. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga menyangkut sumber daya manusia, fasilitas, tata kelola, serta dukungan pendanaan.

“Keinginan yang luar biasa harus diiringi kemampuan. Tantangan yang kita hadapi harus kita jawab dengan komitmen dan kolaborasi,” ungkapnya.

Mirza juga berharap kerja sama USK dan UTU tidak berhenti pada proses pembukaan Fakultas Kedokteran. Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang ke berbagai bidang strategis lainnya untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi di Aceh.

Menurutnya, perguruan tinggi di Aceh perlu semakin memperkuat kemandirian melalui kolaborasi dan pengelolaan sumber daya secara bersama.

“Universitas tidak lagi hanya bergantung pada pusat. Universitas harus dapat berdiri sendiri. Kita akan mendapatkan hasil bersama dari pengelolaan bersama. Mudah-mudahan menjadi yang terbaik bagi kita semua,” katanya.

image_print

Artikel Terkait