BANDA ACEH, Infoaceh.net — Muhammad Saman resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026-2031 pada hari pertama pembukaan pendaftaran, Senin (5/10/2026).
Muhammad Saman datang ke Sekretariat Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengambil formulir sekaligus mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua organisasi wartawan tersebut.
Pada waktu yang sama, Tarmilin Usman juga mengambil formulir dan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode 2026-2031.
Kedatangan kedua kandidat tersebut disambut Sekretaris Steering Committee (SC) Konferprov PWI Aceh, Iranda Novandi, bersama Imran Joni selaku Pokja Verifikasi Calon dan Ketua Organizing Committee (OC), Nazar Ahadi. Turut mendampingi proses pendaftaran tersebut Ketua DKP PWI Aceh, HT Anwar Ibrahim.
Pendaftaran bakal calon Ketua PWI Aceh dan Ketua DKP PWI Aceh sendiri resmi dibuka mulai 5 Oktober hingga 24 Oktober 2026. Keputusan tersebut ditetapkan setelah SC Konferprov PWI Aceh menggelar rapat finalisasi di Kantor PWI Aceh pada Jumat (2/10/2026).
Muhammad Saman bukan nama baru dalam struktur organisasi PWI Aceh. Ia tercatat pernah menjabat Wakil Sekretaris PWI Aceh periode 2015-2020 dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Aceh periode 2021-2026.
Pengalaman tersebut membuat Saman telah terlibat dalam dinamika organisasi PWI Aceh selama lebih dari satu periode kepengurusan.
Dalam perjalanan jurnalistiknya, Muhammad Saman sebagai pemegang kompetensi Wartawan Utama Dewan Pers merupakan wartawan Harian Analisa dan saat ini sebagai Pemimpin Redaksi media online Infoaceh.net dan Harian Aceh.
Sebelumnya, Saman juga dipercaya memimpin Forum Pemred SMSI Aceh dan Wakil Ketua Bidang Kerja Sama SMSI Aceh periode 2026-2030. Ia juga merupakan mantan Sekjen Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI)
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengalaman organisasi dan jurnalistik yang dibawa Saman ketika memasuki kontestasi pemilihan Ketua PWI Aceh periode mendatang.
Proses penjaringan bakal calon Ketua PWI Aceh dan Ketua DKP periode 2026-2031 berlangsung selama hampir tiga pekan, yakni mulai 5 Oktober hingga 24 Oktober 2026.
Steering Committee Konferprov PWI Aceh sebelumnya menjelaskan, para bakal calon yang mendaftar harus memenuhi sejumlah ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) dan Peraturan Organisasi (PO) PWI.
Salah satu persyaratan penting adalah dukungan awal sekurang-kurangnya 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) peserta Konferprov.
Berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diberitakan panitia, jumlah pemilih berada di kisaran 320 orang. Dengan demikian, ambang dukungan minimal yang disebut panitia adalah 32 anggota biasa PWI Aceh.
Surat dukungan tersebut harus ditandatangani langsung oleh anggota yang memberikan dukungan dan dilengkapi fotokopi Kartu PWI biasa atau kartu biru.
Selain persyaratan dukungan, bakal calon juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi lainnya. Di antaranya sertifikat dan kartu kompetensi utama, surat keterangan tidak terlibat atau aktif sebagai pengurus partai politik, daftar riwayat hidup, pasfoto, surat keterangan dari perusahaan pers tempat bekerja, serta dokumen kepengurusan PWI yang pernah atau sedang dijalankan.
Bakal calon juga diwajibkan menandatangani pakta integritas sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia.
Konferprov PWI Aceh yang menjadi forum pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026-2031 dijadwalkan berlangsung pekan ketiga November 2026.
Setelah proses pendaftaran berakhir, berkas para bakal calon akan menjalani tahapan verifikasi. Panitia menyatakan nama-nama yang mendaftar nantinya akan dikirimkan kepada PWI Pusat untuk dilakukan verifikasi ulang dan pengesahan sebagai calon.


















