Umum

Sahrial Abadi, Pahlawan Penggerak Perbaikan Jalan Enang-Enang Meninggal Dunia

BENER MERIAH, Infoaceh.net – Kabar duka mendalam menyelimuti masyarakat Tanah Gayo dan wilayah tengah Aceh. Sahrial Abadi, sosok inspiratif yang dikenal luas sebagai pelopor dan inisiator pembangunan serta pembukaan kembali akses Jalan/Jembatan Nasional Tajuk Enang-Enang secara swadaya, meninggal dunia pada Senin, 2 November 2026 pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Tokoh penggerak nurani rakyat tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fauziah, Bireuen.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhum meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kronis yang serius, yakni tumor otak dan paru-paru.

Sebelum dirawat di Bireuen, ia juga sempat berulang kali menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Menggerakkan Kekuatan Rakyat di Tengah Bencana

Nama Sahrial Abadi mulai dikenal luas dan membekas di hati masyarakat pascabencana banjir bandang serta tanah longsor hebat yang melanda pada akhir November 2025 lalu.

Bencana tersebut menyebabkan jalur vital nasional lintas Bireuen–Takengon, tepatnya di kawasan Tajuk Enang-Enang, Gampong Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, terputus total.

Baca Juga:  Pengecoran Gedung Cathlab RSUD Sabang Diduga Tak Melalui Tahapan Uji Slump, Mutu Beton Dipertanyakan

Mengingat jalur ini merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Dataran Tinggi Gayo dengan wilayah pesisir Aceh, kelumpuhannya sempat membuat mobilitas warga mati suri selama berbulan-bulan.

Di tengah ketidakpastian perbaikan dan keterbatasan yang ada, Sahrial muncul membawa aksi nyata.

Ia nekat menyewa alat berat menggunakan dana pribadinya, bahkan hingga rela menjual sebidang tanah miliknya di awal pengerjaan agar akses darurat bisa segera terbuka.

Aksi heroik dan ketulusannya ini seketika mengetuk hati masyarakat luas. Semangat gotong royong yang ia kobarkan memicu gelombang donasi dari berbagai penjuru hingga berhasil menghimpun dana miliaran rupiah yang dikelola secara transparan untuk menyambung kembali jembatan darurat tersebut.

Ketulusan Sahrial tidak hanya tercermin dari peluh dan hartanya yang dikorbankan di lapangan.

Saat jembatan berhasil tersambung berkat gerakan swadaya yang ia pimpin, Sahrial sempat mendapatkan apresiasi luar biasa berupa hadiah untuk menunaikan ibadah umrah.

Baca Juga:  Dari Sekretaris Menuju Ketua DKP, Zairin Bawa 100 Dukungan

Namun, secara mengejutkan ia menolak hadiah tersebut secara halus dan meminta agar seluruh biaya umrah dialihkan sepenuhnya untuk kelanjutan pembangunan fasilitas publik serta membantu warga pegunungan yang sedang kesulitan.

Duka Mendalam di Media Sosial

Berpulangnya sang “Pahlawan Modern Gayo” ini langsung menghiasi berbagai linimasa media sosial di Aceh.

Ungkapan belasungkawa dan doa mengalir deras dari netizen, tokoh masyarakat, hingga instansi kedinasan seperti Kominfo Aceh Tengah yang menyatakan bahwa daerah mereka kehilangan sosok panutan yang ikhlas berbuat tanpa pamrih.

Jenazah almarhum saat ini telah dipulangkan dari Bireuen menuju rumah duka. Almarhum Sahrial Abadi direncanakan akan disemayamkan dan dikebumikan di Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Semangat gotong royong dan jejak kebaikan yang ditinggalkannya di jalur Enang-Enang akan terus dikenang oleh masyarakat Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait