Umum

Ancaman Bom ke Pesawat Haji Saudi Tak Terkait Hambali, Pengamat Sebut Proxy War India-Pakistan

Infoaceh.net -Ancaman bom terhadap dua penerbangan haji Saudi Airlines yang terjadi pekan lalu tidak memiliki kaitan dengan Hambali alias Encep Nurjaman, bekas anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang kini ditahan di penjara militer Amerika Serikat di Guantanamo Bay, Kuba.

Hal ini ditegaskan oleh pengamat intelijen, Ridlwan Habib, saat menjadi narasumber dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu 25 Juni 2025.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Saya kira tidak ada hubungannya dengan Hambali. Analisa awal justru mengarah pada proxy war antara India dan Pakistan, yang saat ini sedang menjalani silent war,” ujar Ridlwan.

Menurut Ridlwan, indikasi ini muncul karena jejak digital kedua ancaman bom memiliki keterkaitan dengan wilayah India. Salah satu ancaman dikirim melalui email ke kantor Saudi Airlines di Malaysia, sementara ancaman kedua ditransmisikan melalui VPN radio yang terdeteksi berasal dari Mumbai, India.

Baca Juga:  Dari Sarapan di Pendopo ke Peluang Kerja Sama, Illiza Buka Pintu Banda Aceh untuk Oita Jepang

“Lalu orang bisa bertanya, kan bisa saja itu orang mau fitnah India? Pelaku ingin memfitnah India supaya kelihatan India berada di balik insiden ini? Mungkin saja,” jelasnya.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Densus 88 Antiteror Polri dengan bantuan dari FBI. Keterlibatan lembaga investigasi Amerika diperlukan karena pelaku berada di luar negeri dan infrastruktur komunikasi yang digunakan, seperti server email, berbasis di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Syariah Financial Fair 2026, Momentum Aceh Menarik Investor dan Memperkuat Ekonomi Rakyat

“Kenapa harus FBI? Karena salah satunya mereka punya perangkat yang lebih advance dan salah satunya juga transmisi emailnya yang kami dengar menggunakan satu web server email yang pusatnya di Amerika Serikat,” tandas Ridlwan.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak akan menerima Hambali kembali ke Tanah Air jika ia dibebaskan dari Guantanamo. Hambali diketahui merupakan otak di balik sejumlah aksi teror, termasuk Bom Bali 2002, dan dinilai tetap berisiko tinggi terhadap keamanan nasional.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait