Aceh Tamiang, Infoaceh.net — Polemik terkait kondisi kelistrikan Aceh yang masih padam kembali mengemuka saat kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke posko pengungsian banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Jum’at (12/12/2025). Presiden meminta maaf kepada masyarakat Aceh apabila pemulihan infrastruktur, termasuk listrik, masih belum berjalan maksimal meski sebelumnya sempat dilaporkan telah pulih hingga di atas 93 persen. Kontroversi tentang data pemulihan listrik ini mencuat setelah publik mempertanyakan laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat terbatas pada Ahad (7/12). Laporan itu menyebutkan bahwa rasio pemulihan atau elektrifikasi di Aceh telah mencapai angka 93–97 persen. Namun, pada kenyataannya hingga hari ini banyak wilayah di Aceh masih mengalami pemadaman listrik berkepanjangan dan jaringan komunikasi yang lumpuh. Dalam dialog langsung dengan warga di pengungsian Aceh Tamiang, Prabowo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf jika masih banyak hal yang belum tertangani secara optimal. “Pemerintah akan turun membantu semuanya. Saya minta maaf kalau masih ada yang belum. Kita sedang bekerja keras,” ujar Prabowo di hadapan para pengungsi. Presiden juga menyinggung kondisi listrik yang belum sepenuhnya pulih. Ia mengakui bahwa akses yang terputus, kerusakan jaringan, dan medan sulit menjadi tantangan utama tim pemulihan.
“Mungkin listrik yang belum ya… Listrik sudah mulai pulih, oke. Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit. Keadaannya sulit. Jadi kita atasi bersama,” tambahnya. Selain meninjau logistik dan tenda pengungsian, Prabowo juga memberikan semangat kepada anak-anak yang terdampak bencana agar tetap tabah dan dapat kembali bersekolah sesegera mungkin. Di tengah ketidakcocokan antara laporan dan kondisi real, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa data yang disampaikan kepada Presiden Prabowo bukanlah hasil perkiraan pribadi, melainkan laporan resmi dari PLN yang disampaikan dalam rapat persiapan. “Sesungguhnya malam itu adalah ratas. Sebelumnya saya melakukan rapat dengan PLN dan Pertamina. Saya sebagai Menteri ESDM meminta laporan dari keduanya,” kata Bahlil pada Rabu (10/12/2025) di Jakarta. Bahlil menjelaskan PLN mempresentasikan proyeksi pemulihan listrik Aceh yang diasumsikan akan mencapai 93 persen pada malam Ahad atau paling lambat Senin. “PLN melaporkan kepada saya bahwa rasio elektrifikasi itu nanti di tanggal 7, hari Ahad malam, hari Senin paling lambat itu sudah mencapai 93 persen,” ungkapnya. Karena laporan tersebut dipaparkan langsung oleh pihak teknis—yang memahami detail kondisi jaringan—Bahlil merasa berkewajiban meneruskannya kepada Presiden dalam rapat terbatas. “Atas dasar laporan itu kemudian dirapatkan dalam tim bencana, lalu saya melaporkannya kepada Bapak Presiden. Itu juga dilaporkan oleh PLN,” tegasnya. Mengenai perbedaan antara laporan dan kondisi aktual, Bahlil menyebutkan bahwa terdapat kendala teknis yang tidak terduga, terutama pada jalur gardu induk dari Bireuen ke Banda Aceh, yang menyebabkan target pemulihan tidak tercapai. “Tidak usah saling menyalahkan. Kalau tidak ada kendala di bagian elektrifikasi, di gardu induk dari Bireuen ke Banda Aceh, itu clear. Tapi kondisinya sulit diprediksi,” ucap Bahlil. Ia meminta masyarakat memahami medan yang terputus, jalur yang tertimbun longsor, serta genangan banjir yang masih tinggi membuat proses perbaikan tak bisa dilakukan secepat perkiraan awal. Bencana banjir bandang dan longsor yang memukul Aceh pekan lalu berdampak pada 18 kabupaten/kota. Ribuan rumah terendam dan rusak parah, puluhan ribu warga mengungsi, jaringan listrik dan komunikasi lumpuh, dan banyak ruas jalan nasional terputus. Kebutuhan mendesak pengungsi masih meliputi penerangan, air bersih, bahan makanan, tenda, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial. Pemerintah pusat menegaskan akan terus mengawal pemulihan secara menyeluruh hingga seluruh wilayah kembali normal.

















