Banda Aceh, Infoaceh.net – Kondisi Underpass Beurawe Kecamatan Kuta Alam yang menjadi urat nadi transportasi di Kota Banda Aceh masih memprihatinkan. Hingga Jum’at (8/5/2026), genangan air yang merendam jalur bawah tanah tersebut belum juga surut sejak pertama kali meluap pada Senin (4/5) lalu.
Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan strategis tersebut mengalami lumpuh total dan memicu kemacetan parah di sejumlah titik.
Sudah memasuki hari kelima, warga Kota Banda Aceh harus bersabar menghadapi kemacetan panjang. Pantauan di lapangan menunjukkan penumpukan kendaraan terjadi mulai dari kawasan Simpang Surabaya hingga menuju ke arah Beurawe.
Banyak pengendara yang terpaksa memutar balik atau mencari jalur tikus yang sempit, sehingga beban jalan di rute alternatif meningkat drastis.
Penumpukan volume kendaraan ini terutama terjadi pada jam sibuk pagi dan sore hari, mengingat underpass tersebut merupakan akses utama penghubung antar kawasan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.
Bahkan di lokasi Underpass Beurawe yang tergenang tersebut, kini dijadikan kolam tempat anak-anak bermain air dan mandi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh menyatakan bahwa penyebab utama keterlambatan penanganan ini adalah adanya aksi vandalisme berupa pencurian kabel pompa air.
Namun, titik terang mulai terlihat pada Kamis (7/5), di mana pihak dinas mulai melakukan langkah perbaikan fisik.
Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, mengonfirmasi bahwa kabel pengganti yang dipesan secara khusus telah tiba dan langsung diproses untuk pemasangan.
“Alhamdulillah, untuk kabelnya setelah kita pesan sudah datang dan langsung kita pasang hari ini (Kamis). Saat ini, tim sedang melakukan proses instalasi kabel dari pompa ke panel kontrol,” ujar Rulli.
Meskipun kabel sudah mulai terpasang, pihak PUPR belum bisa memastikan kapan air benar-benar bisa disedot habis. Tantangan berikutnya adalah mengecek kondisi mesin pompa yang sempat terendam dalam waktu lama tanpa aliran listrik akibat kabel yang dicuri.
Rulli menjelaskan pihaknya perlu melihat apakah mesin pompa tersebut masih berfungsi normal atau justru mengalami kerusakan permanen (hangus).
Proses Koneksi: Tim teknis harus memastikan koneksi antara panel dan pompa stabil.
Uji Coba: Setelah terkoneksi, barulah kondisi mesin di dalam kolam penampungan bisa didiagnosa.
Estimasi Waktu: Dibutuhkan waktu setidaknya satu hingga dua hari ke depan untuk menyelesaikan seluruh pengerjaan teknis ini.
Pemerintah Kota Banda Aceh memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama lima hari terakhir.
Masyarakat diimbau untuk tetap menghindari kawasan Underpass Beurawe guna mengurangi beban kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami mengharapkan warga kota dapat bersabar dan tetap menggunakan jalur alternatif lainnya hingga proses pengeringan dan perbaikan sistem pompa selesai sepenuhnya,” tutup Rulli.
Kasus pencurian kabel ini menjadi sorotan publik, mengingat dampaknya yang luas terhadap mobilitas warga. Pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan pengamanan di area fasilitas publik yang vital agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

















