Banda Aceh, Infoaceh.net — Kabupaten Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara umum pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Khusus Tahun 2026 tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar di Gedung A dan B Dinas Pendidikan Aceh serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Besar tersebut resmi ditutup oleh Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (20/5/2026).
Ketua panitia pelaksana, Syarwan Joni, mengatakan FLS3N Pendidikan Khusus merupakan agenda rutin Pusat Prestasi Nasional yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Menurutnya, pelaksanaan FLS3N tahun ini tetap berjalan berkat kolaborasi antara Dinas Pendidikan Aceh bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB, meskipun tidak mendapat dukungan anggaran khusus pada tahun 2026.
“Harapannya, anak-anak berprestasi ini tetap dapat mengikuti ajang di tingkat nasional,” kata Syarwan.
Dalam sambutannya, Murthalamuddin memberikan apresiasi kepada para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dinilai telah mendampingi dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran serta kasih sayang.
Ia menilai sekolah harus menjadi ruang kreativitas bagi anak-anak istimewa untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik mereka agar dapat tumbuh menjadi bagian penting di tengah masyarakat.
“Kami percaya guru terbaik adalah guru SLB karena bekerja dengan hati, kesabaran, dan keikhlasan,” ujar Murthalamuddin.
Kadisdik Aceh juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan anggaran pemerintah yang menyebabkan sejumlah kegiatan pendidikan belum dapat terlaksana secara maksimal.
Namun demikian, ia mengapresiasi dedikasi kepala sekolah dan guru yang tetap berupaya menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, FLS3N tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta kepercayaan diri bagi siswa berkebutuhan khusus.
Murthalamuddin berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan guna menjaga semangat belajar dan mengembangkan kreativitas peserta didik berkebutuhan khusus di Aceh.
Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar semakin mandiri dan memiliki daya saing.
“Jangan lelah mencintai mereka. Tidak ada anak yang dilahirkan tanpa hikmah, semua memiliki potensi, harapan, dan masa depan yang berarti,” pungkasnya.


















