Jakarta, Infoaceh.net – Pola transaksi pengadaan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian setelah data realisasi pengadaan Tahun Anggaran 2026 menunjukkan adanya belanja senilai Rp58,87 miliar yang tercatat dengan status Payment Outside System.
Berdasarkan hasil analisis dokumen realisasi pengadaan hingga Juni 2026, nilai tersebut tersebar dalam sedikitnya 39 paket pekerjaan yang melibatkan berbagai penyedia barang dan jasa.
Secara proporsional, angka itu mencapai sekitar 7,3 persen dari total nilai pengadaan BGN yang tercatat mencapai Rp802,26 miliar.
Data pengadaan menunjukkan transaksi berstatus Payment Outside System tidak hanya ditemukan pada pengadaan barang, tetapi juga pada berbagai kegiatan operasional dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dilaksanakan di sejumlah daerah.
Paket dengan nilai terbesar tercatat pada pengadaan laptop 14 inci senilai Rp13,98 miliar yang dikerjakan PT Multi Peraga Edukatama Pendidikan. Selain itu, terdapat pengadaan alat pendukung operasional Kantor Pusat BGN dengan nilai kontrak mencapai Rp8,50 miliar yang dipercayakan kepada PT Sagorga Karya Utama.
Pada sektor kegiatan pelatihan, sejumlah paket juga tercatat menggunakan status transaksi yang sama.
Salah satunya pelaksanaan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Bergizi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai kontrak sekitar Rp3,03 miliar. Program serupa di Provinsi Jawa Barat juga memiliki nilai kontrak miliaran rupiah dan dikerjakan oleh beberapa penyedia berbeda.
Menariknya, seluruh paket tersebut tetap menggunakan mekanisme E-Purchasing melalui platform E-Katalog 6.0 pada tahap pengadaan.
Namun dalam dokumen realisasi transaksi, penyelesaian pembayaran tercatat menggunakan status Payment Outside System.
Dalam praktik pengelolaan keuangan negara, penggunaan mekanisme pembayaran di luar sistem elektronik bukan merupakan indikator pelanggaran hukum.
Skema tersebut dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku sepanjang didukung dokumen administrasi, kontrak, dan pertanggungjawaban yang lengkap.
Meski demikian, tingginya nilai transaksi dan jumlah paket yang menggunakan status serupa menjadi bagian dari data yang layak mendapat perhatian dari sisi tata kelola dan transparansi anggaran.
Keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan, dokumen serah terima, serta capaian output kegiatan menjadi aspek penting untuk memastikan setiap penggunaan dana publik berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan efisiensi.
Dokumen visualisasi pengadaan yang turut dianalisis memperlihatkan bahwa kategori Payment Outside System menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur transaksi pengadaan BGN tahun 2026. Nilainya mencapai Rp58,87 miliar atau sekitar 7,3 persen dari keseluruhan nilai pengadaan yang tercatat.
Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap keterbukaan penggunaan APBN, transparansi informasi mengenai proses pengadaan hingga penyelesaian pembayaran menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran negara.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan analisis data pengadaan dan dokumen yang tersedia untuk kepentingan transparansi informasi publik. Penyebutan nama instansi, paket pekerjaan maupun penyedia semata-mata merupakan bagian dari penyajian data dan tidak dimaksudkan sebagai tuduhan adanya pelanggaran hukum, tindak pidana korupsi, atau penyimpangan anggaran. Penilaian atas kepatuhan administrasi, efektivitas penggunaan anggaran, maupun dugaan pelanggaran merupakan kewenangan lembaga auditor dan aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan resmi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.























