Umum

Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 Gratis untuk Warkop di Aceh

● Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi TVRI

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Kabar gembira bagi para pelaku usaha warung kopi (warkop) di Aceh. TVRI resmi menggratiskan lisensi hak penayangan siaran Piala Dunia 2026 untuk seluruh warung kopi di Aceh, sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu tanpa dibebani biaya lisensi tambahan.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Keputusan tersebut disambut antusias oleh pelaku usaha warung kopi yang sebelumnya mengaku keberatan dengan kewajiban membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk memperoleh hak menayangkan siaran Piala Dunia di tempat usaha mereka.

Sebelumnya, kebijakan yang ditetapkan TVRI Pusat mengharuskan setiap tempat usaha seperti warung kopi, kafe, hotel, dan restoran membayar biaya lisensi untuk kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Ketentuan itu memicu berbagai keluhan dari pelaku usaha, khususnya warung kopi yang menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat Aceh.

Merespons kondisi tersebut, para pelaku usaha warung kopi melakukan audiensi dengan TVRI Aceh di Keutapang, Aceh Besar.

Dalam pertemuan itu, pihak TVRI Aceh menyampaikan bahwa persoalan lisensi merupakan kewenangan TVRI Pusat sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik.

Tidak hanya menyampaikan aspirasi kepada TVRI, para pelaku usaha juga mengadukan persoalan tersebut kepada DPRK Banda Aceh.

Aspirasi itu kemudian mendapat perhatian serius dari Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST.

Baca Juga:  Belasan Sapi Jadi Mangsa, Teror Harimau Hantui Warga Aceh Timur

Menurut Irwansyah, Piala Dunia merupakan pesta olahraga dunia yang seharusnya dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan.

Ia menilai kehadiran siaran Piala Dunia di warung kopi memiliki nilai sosial yang tinggi karena menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati pertandingan bersama.

Saat menerima kunjungan pimpinan dan jajaran TVRI Aceh pada Jum’at (5/6/2026), Irwansyah secara khusus meminta agar TVRI memberikan kebijakan khusus bagi Aceh terkait penayangan Piala Dunia.

Bahkan, ia mengusulkan agar biaya lisensi untuk kegiatan nonton bareng di warung kopi dapat diringankan atau bila memungkinkan digratiskan.

“Piala Dunia adalah hiburan rakyat. Karena itu, kami berharap ada kebijakan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha warung kopi di Aceh,” ujar Irwansyah saat itu.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan TVRI memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 yang dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa (9/6/2026), TVRI Aceh mengumumkan bahwa TVRI Pusat telah memutuskan untuk menggratiskan lisensi penayangan siaran Piala Dunia 2026 bagi seluruh warung kopi di Aceh.

Dengan kebijakan baru tersebut, para pelaku usaha warung kopi tidak lagi diwajibkan membayar biaya lisensi maupun PNBP untuk menayangkan pertandingan Piala Dunia kepada pelanggan mereka.

Menanggapi keputusan itu, Irwansyah menyampaikan apresiasi kepada TVRI Aceh dan TVRI Pusat yang telah mendengar dan merespons aspirasi masyarakat Aceh.

Baca Juga:  Tak Hanya Kritik, Ketua DPRK Banda Aceh Ajak Mahasiswa USK Cari Solusi Kemiskinan-Pengangguran

“Kita tentu mengapresiasi respons positif dari manajemen dan pimpinan TVRI Pusat yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat Aceh,” kata Irwansyah.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa lembaga penyiaran publik mampu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam menghadirkan tontonan berkualitas yang dapat dinikmati bersama.

Irwansyah juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Aceh yang kini dapat menikmati siaran Piala Dunia secara gratis, baik melalui televisi di rumah, warung kopi, maupun melalui perangkat telepon genggam masing-masing.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar menjadikan momentum Piala Dunia sebagai ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan, bukan sebaliknya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan ketenteraman selama berlangsungnya pertandingan.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi praktik judi sepak bola yang dapat merusak nilai sportivitas dan menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Menurut Irwansyah, mendukung tim favorit merupakan hal yang wajar, bahkan fanatisme dalam batas tertentu merupakan bagian dari kemeriahan sepak bola. Namun, ia berharap dukungan tersebut tidak berlebihan hingga memicu konflik atau gesekan antarpendukung.

“Terima kasih TVRI untuk warga Aceh. Kepada warga Aceh, selamat menikmati dan menyaksikan siaran Piala Dunia secara gratis, baik di rumah, di warung kopi maupun melalui handphone masing-masing. Jaga ketertiban, jaga perdamaian, dan jaga kerukunan,” tutupnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait