Sabang, Infoaceh.net – Dukungan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penguatan konektivitas maritim antara Pelabuhan Sabang di Aceh dengan Pelabuhan Andaman dan Nikobar di India mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif Aceh.
Rencana tersebut dinilai sebagai momentum strategis yang dapat mengangkat kembali peran Sabang sebagai pintu gerbang perdagangan internasional di kawasan barat Indonesia.
Komitmen itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat konferensi pers bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan tekad Indonesia memperkuat hubungan bilateral dengan India melalui berbagai sektor strategis, termasuk pengembangan konektivitas maritim yang menghubungkan Pelabuhan Sabang dengan kawasan Andaman dan Nikobar.
Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh Hasballah SAg menyebut pernyataan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa Sabang kembali diposisikan sebagai kawasan strategis dalam agenda pembangunan nasional dan kerja sama internasional.
“Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Aceh, khususnya Sabang. Dukungan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa posisi Sabang kembali mendapat perhatian dalam agenda strategis nasional maupun kerja sama internasional,” ujar Hasballah dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, letak geografis Sabang yang berada di mulut Selat Malaka dan berdekatan dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan keunggulan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menilai, apabila konektivitas pelabuhan tersebut benar-benar diwujudkan, maka Aceh akan memperoleh peluang besar dalam pengembangan perdagangan internasional, logistik, investasi, hingga sektor pariwisata.
“Sabang berada di pintu masuk Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Jika konektivitas dengan Andaman dan Nikobar dapat diwujudkan, maka Sabang memiliki peluang menjadi simpul logistik, perdagangan internasional, serta pusat distribusi kawasan barat Indonesia,” katanya.
Hasballah menegaskan, manfaat kerja sama tersebut tidak hanya akan mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan India, tetapi juga dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Aceh.
Selain sektor kepelabuhanan, ia melihat peluang terbukanya kolaborasi di bidang investasi, perikanan, pendidikan, kebudayaan, hingga pengembangan destinasi wisata yang menghubungkan Aceh dengan India.
Karena itu, ia meminta pemerintah segera menindaklanjuti komitmen Presiden melalui langkah-langkah konkret berupa penyusunan kerja sama teknis, peningkatan infrastruktur, serta penguatan regulasi yang mendukung aktivitas perdagangan internasional.
“Jangan sampai momentum ini berlalu begitu saja. Semua pemangku kepentingan, baik Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang, BPKS maupun pemerintah pusat harus bergerak bersama mempersiapkan berbagai kebutuhan agar Sabang benar-benar siap menjadi gerbang kerja sama Indonesia–India,” tegasnya.
Hasballah juga mendorong peningkatan kapasitas Pelabuhan Sabang, modernisasi layanan kepelabuhanan, penyederhanaan perizinan investasi, serta optimalisasi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang agar mampu bersaing dengan pelabuhan internasional lainnya di kawasan Asia.
Ia optimistis, apabila seluruh rencana tersebut terealisasi, Sabang tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan transit, tetapi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Samudra Hindia yang mampu menarik investasi asing, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh.
“Dukungan Presiden Prabowo harus menjadi titik awal kebangkitan Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia di kawasan Samudra Hindia. Ini adalah peluang besar yang harus dikawal bersama agar benar-benar memberikan manfaat bagi Aceh dan Indonesia,” pungkas Hasballah.


















