Nasional

Kuliah Umum di USK, Gubernur Lemhannas Ungkap Lima Potensi Strategis Aceh Perkuat Ketahanan Nasional

Banda Aceh, Infoaceh.net – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Dr TB Ace Hasan Syadzily MSi mengungkapkan lima potensi strategis Aceh yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kelima sektor tersebut meliputi ekonomi kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, energi baru terbarukan, teknologi kebencanaan dan mitigasi iklim, serta ekonomi kreatif dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Ace Hasan saat mengisi kuliah umum dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Selasa (3/11/2026).

Kuliah umum bertema “Transformasi Kepemimpinan dan Inovasi Mahasiswa: Mengawal Ketahanan Nasional demi Dampak Nyata bagi Negeri” tersebut diikuti 1.100 peserta dari kalangan sivitas akademika USK, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Aceh.

Dalam paparannya, Ace Hasan menjelaskan perubahan geopolitik global, persaingan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga disrupsi informasi telah menghadirkan tantangan baru bagi ketahanan nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Indonesia mempersiapkan generasi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Ia menjelaskan, persaingan antarnegara saat ini tidak lagi hanya berlangsung dalam bidang militer, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, perdagangan, energi, dan rantai pasok global.

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), keamanan siber, serta ekonomi digital juga menjadi bagian penting dari dinamika geopolitik yang harus dipahami generasi muda.

“Generasi muda adalah bagian dari ekosistem geopolitik. Setiap aspek kehidupan sehari-hari terhubung dengan dinamika kekuatan global,” ungkapnya.

Ace Hasan menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan solusi untuk memperkuat kemandirian bangsa.

“Indonesia perlu mencipta, mengembangkan, menguasai, mengamankan teknologi,” tegasnya.

Baca Juga:  Kerja Sama Tiga Negara Ungkap Pabrik Sabu di Pidie, Polri Telusuri Pendana

Selain penguasaan teknologi, Ace Hasan juga menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang memiliki kemampuan intelektual, integritas moral, kematangan emosional, serta kesadaran kebangsaan.

Menurutnya, kepemimpinan masa depan harus mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang menduduki jabatan tertentu. Kepemimpinan justru dapat dimulai dari lingkungan kampus dan kehidupan sehari-hari.

“Kepemimpinan tidak harus menunggu jabatan, melainkan dimulai dari keberanian mengambil tanggung jawab, peduli pada persoalan masyarakat, dan bersedia bekerja menciptakan perubahan,” pesannya.

Dalam konteks pengembangan daerah, ia melihat USK mempunyai peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bertumpu pada potensi unggulan Aceh.

Lima sektor strategis yang disebutkannya diharapkan dapat menjadi ruang kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.

Menurut Ace Hasan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah dan penelitian. Hasil riset harus mampu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat daya saing daerah dan bangsa.

Menutup kuliah umumnya, Ace Hasan mengajak mahasiswa USK menjadi generasi pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan Indonesia.

“Dari Universitas Syiah Kuala, mari kita teguhkan tekad untuk melahirkan pemimpin yang negarawan, inovator yang berintegritas, dan generasi muda yang siap mengawal ketahanan nasional, demi dampak nyata bagi negeri,” pungkasnya.

Rektor USK, Prof Mirza Tabrani menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI atas pelaksanaan kuliah umum tersebut.

Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun karakter mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta keterbukaan informasi.

Rektor mengingatkan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan tantangan tersendiri terhadap pembentukan karakter generasi muda. Tanpa wawasan kebangsaan yang kuat, generasi muda berisiko kehilangan jati diri dan mudah terpengaruh berbagai paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh Mahasiswa Kurang Mampu USK

“Wawasan kebangsaan bukan sekadar pengetahuan tentang sejarah dan simbol negara. Wawasan kebangsaan adalah kesadaran, sikap, dan tindakan nyata untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memastikan Indonesia tetap kuat di tengah berbagai tantangan,” ujar Prof Mirza.

Ia menjelaskan, USK terus memperkuat pendidikan karakter melalui Unit Pendidikan Agama dan Pembinaan Karakter.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh mahasiswa mengikuti mata kuliah pembinaan karakter selama satu semester. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen USK dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab.

“Bagi kami, persoalan karakter adalah hal utama yang harus kita bentuk, bahkan sebelum kami membentuk mahasiswa dengan ilmu akademik. Kami meyakini bahwa ilmu yang tinggi tanpa karakter yang kokoh justru bisa menjadi berbahaya, sedangkan karakter yang baik akan menjadi landasan agar ilmu benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, USK dan Lemhannas RI juga menandatangani perpanjangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Perpanjangan kerja sama ini menjadi wujud komitmen kedua lembaga untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kajian dan riset strategis, peningkatan kapasitas kepemimpinan, penguatan wawasan kebangsaan, serta ketahanan nasional.

Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperluas ruang kolaborasi antara Lemhannas RI dan USK, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, penelitian strategis, serta penguatan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

Melalui kegiatan Lemhannas Goes to Campus, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami dinamika geopolitik dan tantangan ketahanan nasional, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai inovator, pemimpin, dan penggerak perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait