Umum

Dihipnotis, Pelajar di Lhokseumawe Jadi Korban Penipuan Minta Pulsa Hingga Rp 800 Ribu

LHOKSEUMAWE — Penipuan dengan modus permintaan pulsa melalui sambungan telepon kembali terjadi di Provinsi Aceh. Kali ini, yang menjadi korban adalah pelajar di Kota Lhokseumawe, bernama Karel (16).

Karel mengatakan, awalnya mendapat telepon dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai abangnya.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dalam percakapannya pelaku mengaku mendapatkan emas di SPBU di Kota Lhokseumawe.

“Suaranya mirip sehingga saya percaya apa yang diceritakan oleh pelaku. Katanya untuk bawa pulang emas itu harus mengirimkan pulsa kepada pegawai SPBU,” katanya, melansir Antara, Jumat (24/9).

Pelaku kemudian meminta Karel mengisikan pulsa untuk menebus emas tersebut.

Baca Juga:  TNI/Polri Siapkan Pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi di Banda Aceh

“Pelaku minta diisikan pulsa dengan syarat jangan memberitahukan kepada siapa pun karena takut orang tahu tentang penemuan emas itu,” katanya.

Karel yang mengaku tidak memiliki uang diminta pelaku agar datang ke toko ponsel untuk mengisikan pulsa. Pelaku mengatakan akan datang jika korban mengisikan pulsa.

“Setelah saya isi pulsa hingga Rp 800 ribu, nomornya dimatikan. Saat ditelepon kembali tidak diangkat. Sebelumnya pelaku berjanji akan datang ke toko ponsel untuk membayar pulsa yang saya isi, dan membagikan emas tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Pengadaan USK 2026 Disorot: Paket Berulang dan Nilai Kontrak Janggal, Transparansi Dipertanyakan

Pemilik usaha isi pulsa bernama Fitri mengaku, awal korban meminta diisikan pulsa Rp Rp 200 ribu. Kemudian minta tambah hingga mencapai Rp 800 ribu.

“Awalnya saya tidak curiga, namun korban terus meminta tambah, hingga saya meminta bayar terlebih dahulu. Korban menyebutkan akan membayar uang pulsa setelah abangnya datang,” kata Fitri.

Saat beli pulsa, kata Fitri, ponsel korban tidak pernah lepas dari telinganya. Tiba-tiba korban bilang bahwa dirinya baru saja dihipnotis.

Kekinian peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polsek Banda Sakti untuk ditindaklanjuti. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait