Umum

Banjir Aceh, FJL Nilai Informasi Data Bencana dari BPBA Belum Baik

BANDA ACEH — Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menilai distribusi data terkait bencana banjir di beberapa kabupaten saat ini belum baik.

FJL Aceh menyarankan agar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memfungsikan pusat data informasi dengan maksimal.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Kepala Departemen Monitoring, Kampanye, dan Advokasi FJL Aceh Munandar Syamsuddin melului siaran pers, Senin (3/1) menuturkan BPBA sebagai pemangku data kebencanaan seharusnya memperbarui data bencana setiap hari sehingga media dapat memberitakan lebih akurat.

“Memang tugas jurnalis meliput di lapangan, namun untuk kebutuhan data yang akurat harusnya didukung oleh instansi terkait, dalam hal ini pemangku data adalah BPBA,” kata Munandar.

Baca Juga:  Kafilah Aceh Peringkat 4 MTQ Nasional, Wagub Dek Fad Beri Bonus Spontan Rp200 Juta

Penyediaan data satu pintu, kata Munandar, sangat penting agar tidak ada perbedaan penyebutan data antarmedia.

Misalnya, data jumlah desa yang tergenang, jumlah pengungsi, dan kondisi terkini mestinya diupdate secara berkala. Perbedaan penyebutan data akan membuat publik bibung.

“Misalnya data terbaru dirilis setiap pukul 16.00 sore. Setelah liputan kondisi lapangan, jurnalis bisa melengkapi dengan data yang akurat,” ujar Munandar.

Munandar mengatakan pada konteks era digital semestinya penyediaan data semakin mudah. Jika tidak bisa dikirimkan ke grup jurnalis, BPBA bisa menggunakan kanal youtube, instagram, atau akun media sosial lain nanti pada jam tertentu jurnalis bisa akses.

Baca Juga:  Syech Muharram Sebut Pemekaran Aceh Raya Tak Lama Lagi: Kalau Panitia Tak Siap Akan Tertinggal

Munandar mengatakan penyediaan data berkala juga meringankan kerja-kerja Kepala BPBA sehingga tidak perlu melayani jurnalis satu per satu jika hanya ingin update data terkait banjir.

“Pemberitaan yang presisi penting agar tidak menyesatkan informasi bagi publik. Namun, untuk menyajikan data yang presisi perlu keterbukaan dari instansi terkait,” ujar Munandar. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait