Umum

Dua Gajah Ditemukan Mati di Aceh Utara dan Pidie, Gading Masih Utuh

ACEH UTARA — Dua ekor gajah liar ditemukan mati di lokasi berbeda di Aceh. Seekor gajah jantan ditemukan mati di Kabupaten Aceh Utara dan seekor lagi bayi gajah betina di Kabupaten Pidie.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto, mengatakan seekor gajah jantan berusia 10-12 tahun itu ditemukan di kawasan hutan produksi, Pucuk Krueng Pase, Nisam Antara, Aceh Utara, pada Ahad (20/2).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Kematian gajah liar diperkirakan berkisar kurang lebih enam hari. Kondisi bangkai sudah mulai membusuk,” kata Agus, Rabu (23/2) seperti dilansir dari Kumparan.

Baca Juga:  Polda Aceh Selidiki Karhutla di HGU PT Nafasindo, Sumber Api Masih Didalami

Menurut Agus, di bangkai gajah itu ada bekas luka tusukan gading di bagian dada, dekat mata, perut, dan pangkal paha kanan. “Diduga akibat perkelahian sesama gajah liar.”

Adapun dua gading milik gajah tersebut masih utuh: keduanya sepanjang 66 sentimeter. Hasil nekropsi bangkai, tim BKSDA Aceh tidak menemukan benda mencurigakan–juga di sekitar bangkai.

Sementara seekor bayi gajah liar ditemukan mati di sekitar Desa Cot Seutui, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Senin (21/2). Menurut Agus, bangkai bayi itu baru saja dilahirkan sang induk.

Baca Juga:  Realisasi Beasiswa Korban Bencana di BPSDM Aceh Masih Nol, Mahasiswa Terdampak Belum Terima Bantuan

“Diduga bayi gajah mati sesaat setelah dilahirkan oleh induknya yang terlihat dari sisa ari-ari di sekitar bangkai bayi gajah liar,” ujar Agus.

Agus menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada bangkai bayi gajah itu. Juga di sekelilingnya tidak ada benda-benda mencurigakan. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait