Umum

6.782 Warga Terdampak Banjir di Tiga Kecamatan Kota Langsa

LANGSA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa melaporkan sebanyak 6.782 warga terdampak banjir yang melanda Kota Langsa, pada Jumat (4/11). Banjir yang terjadi pukul 05.30 WIB itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur hingga mengakibatkan luapan sungai Krueng Langsa yang berdampak ke pemukiman warga.

Kaji cepat sementara, sedikitnya 2.261 rumah warga tergenang banjir di tiga kecamatan. Kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Langsa Baro, Kecamatan Langsa Kota dan Kecamatan Langsa Lama.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Dinsos, Pemerintah Setempat dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap korban terdampak banjir. Selain itu, upaya pemenuhan kebutuhan dasar juga telah di gagas dengan mendirikan delapan titik dapur umum yang tersebar di beberapa lokasi.

Baca Juga:  Kodam IM Gelar Kirab Merah Putih dan Bentangkan Bendera 81 Meter Peringati HUT ke-81 TNI

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari PhD, Sabtu malam. (5/11) menyampaikan, kondisi terkini yang berhasil dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga saat ini debit air di Sungai Krueng Langsa belum mengalami penurunan.

Hasil pantauan visual petugas dilapangan kondisi debit air bertambah dan arus sungai sangat deras.

Merujuk pada informasi prakiraan cuaca BMKG hingga dua hari ke depan, Senin (7/11) wilayah Kota Langsa masih berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan.

Baca Juga:  Perempuan Korban Dugaan Penganiayaan Anggota DPRA di Sabang Minta Perlindungan LPSK

Melihat kondisi ini, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Sebagaimana arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam mempersiapkan potensi bahaya cuaca ekstrem.

“Siapkan personel beserta kemampuannya, lakukan apel gabungan dan lakukan pengecekan kesiapan peralatan,” kata Suharyanto.

“Yang tidak kalah penting, siapkan rencana kontijensinya, siapkan secara matang dan menjadi pedoman apabila terjadi bencana,” tambah Suharyanto.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah melalui InaRisk. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait